Berita

Paus Fransiskus/Net

Dunia

Lewat Sebuah Buku, Akhirnya Paus Fransiskus Buka Suara Soal Kekerasan Terhadap Muslim Uighur

SELASA, 24 NOVEMBER 2020 | 13:07 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Untuk pertama kalinya, Paus Fransiskus mengomentari isu kemanusiaan yang menimpa minoritas Muslim Uighur di Xinjiang, China.

Dalam bukunya yang berjudul "Let Us Dream: the Path to a Better Future" dan akan dirilis pada bulan depan, Paus mengatakan minoritas Uighur adalah kaum yang teraniaya.

"Saya sering memikirkan orang-orang yang teraniaya: Rohinya, Uighur yang malang, Yazidi," tulis Paus dalam bagian buku yang membahas penganiayaan umat Kristen di negara-negara Islam.


Buku berbahasa Inggris setebal 150 halaman tersebut merupakan karya Paus dengan penulis biografi, Austen Ivereigh.

Dimuat The Guardian pada Selasa (24/11), buku itu banyak mendorong solidaritas dunia dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Paus juga meminta pemerintahan dunia untuk mempertimbangkan pembangunan pendapatan dasar universal yang permanen untuk mengatasi ketidaksetaraan setelah pandemi berakhir.

Sejak isu Uighur menyeruak, Paus belum pernah memberikan komentarnya secara publik. Padahal banyak aktivis kemanusiaan yang mendesaknya untuk ikut bersuara selama bertahun-tahun.

Sejumlah pengamat menuturkan, diamnya Vatikan terhadap Uighur disebabkan adanya kesepakatan dengan China. Di mana Amerika Serikat (AS) telah mendesak Vatikan untuk meninggalkan kesepakatan tersebut pada September lalu.

Baik pemimpin agama, aktivis, organisasi internasional, hingga banyak negara di dunia kerap menyuarakan isu kemanusiaan terhadap minoritas Uighur.

Berdasarkan laporan PBB, sebanyak lebih dari 1 juta Muslim Uighur ditahan di kamp-kamp di Xinjiang.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya