Berita

Debat publik Pilwalkot Surabaya/RMOLJatim

Politik

Debat Publik Ke-2 Pilkada Surabaya, Pengamat: Eri Cahyadi-Armudji 60, Machfud-Mujiaman 40

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 | 08:25 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Debat publik ke-2 yang kembali digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya menjadi momentum bagi pasangan calon nomor urut 1, Eri Cahyadi-Armudji, untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Paslon Eri Cahyadi-Armudji dinilai tampil lebih santun dan runtut dalam menjelaskan permasalahan pada debat kedua Pilkada Surabaya 2020 yang digelar di Dyandra Convention Center Surabaya, Rabu  (18/11).

Direktur Surabaya Survei Center (SSC), Mochtar W Oetomo mengatakan, debat kali ini berlangsung seru dan lebih baik. Namun, secara umum, pasangan Eri Cahyadi-Armudji lebih unggul dibanding Machfud Arifin-Mujiaman.


Duet mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) dan Ketua DPRD Surabaya itu dinilai tampil dengan komprehensif dan mampu mengutarakan gagasan-gagasan yang berbasis data.

"Saya lihat pasangan nomor 1 memiliki progres lebih baik. Mereka menguasai permasalahan dan strategi penanganan. Secara umum saya menilai skornya adalah 60 untuk Eri-Armudji dan 40 untuk Machfud-Mujiaman," ujar dosen Universitas Trunojoyo Madura tersebut dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Berbanding terbalik, pasangan nomor 2 (MA-Mujiaman) dikritisi karena tampil dengan gestur yang tidak tertata dan terlihat hanya fokus menyerang pasangan Eri Cahyadi-Armudji.

"Bahasa tubuhnya seolah-olah berbicara kepada lawan. Kalau pasangan no 1 terlihat tenang dan seperti berbicara kepada masyarakat," imbuhnya.

Paslon Machfud-Mujiaman, lanjut Mochtar, terlihat sibuk mencari-cari kesalahan dari kinerja Pemerintah Kota untuk disuguhkan kepada masyarakat.

"Pak Machfud dan Pak Mujiaman terlihat hanya sibuk mengais kelemahan Pemkot Surabaya dan lupa menjelaskan program serta gagasan yang ditunggu oleh warga Surabaya," imbuhnya.

Terkait closing statement berupa doa yang dilakukan oleh pasangan Eri Cahyadi-Armudji, Mochtar melihat ada kesantunan serta keseriusan pasangan nomor urut 1 ini dalam memimpin Kota Surabaya.

"Iya, itu tidak lazim dan cukup mengagetkan. Saya melihat pasangan ini cukup santun dan cerdas," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya