Berita

Pengamat politik Universitas Syiah Kuala, Effendi Hasan/Istimewa

Politik

Soal Wakil Gubernur, Ini Saran Bagi Partai Pengusung Nova Iriansyah

SABTU, 14 NOVEMBER 2020 | 23:52 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Polemik Wakil Gubernur Aceh yang kosong setelah Nova Iriansyah dilantik jadi Gubernur Aceh masih terus bergulir. Terlebih belum ada calon yang resmi diajukan partai-partao pengusung, meski waktu yang dimiliki tidaklah banyak.

Menurut pengamat politik Universitas Syiah Kuala, Effendi Hasan, partai politik pengusung pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah perlu melakukan konvensi. Hal ini dinilai dapat menekan hasrat partai pengusung untuk mencari sosok pendamping Nova Iriansyah, Gubernur Aceh, dalam waktu yang sempit.  

“Hal itu bisa dilakukan dengan menyamakan persepsi dengan membuat konvensi. Itu lebih menarik untuk menyaring tokoh yang tepat," jelas Effendi Hasan kepada Kantor Berita RMOLAceh, Sabtu (14/11).


Setelah konvensi, lanjut Effendi, partai pengusung akan menetapkan satu dan dua tokoh. Keduanya adalah hasil kesepakatan yang akan disodorkan kepada Gubernur Aceh untuk diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh.

Ditambahkan Effendi, jika masing-masing partai pengusung mengajukan tokoh-tokohnya, walaupun itu hak mereka, dalam waktu yang mepet, dikhawatirkan tidak dicapai kesepakatan. Apalagi, partai politik pengusung pasti memiliki ego masing-masing.

Jika partai politik pengusung bertahan dengan cara lama, Effendi mengatakan Nova Iriansyah, akan memimpin sendirian di sisa masa kepemimpinannya hingga 2022 mendatang.

Nah, melalui konvensi, ujar Effendi, jika tidak ditemukan kandidat dari internal partai pengusung, maka mereka dapat mencari tokoh alternatif yang dapat diterima semua partai pengusung.

“Alangkah indahnya jika partai pengusung menyatukan persepsi dengan membuat konvensi yang lebih demokratis, dengan menyaring beberapa orang dan memunculkannya sebagai calon wakil gubernur,” demikian Effendi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya