Berita

Politisi senior PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno/Net

Politik

Gencar Lakukan Deklarasi, PDIP Ingatkan KAMI Tak Perkeruh Suasana Di Tengah Pandemik

SELASA, 06 OKTOBER 2020 | 19:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dalam beberapa pekan belakangan sibuk menggelar deklarasi di sejumlah daerah. Padahal, sejak Maret 2020 atau tujuh bulan lalu pemerintah sedang fokus menangani pandemi Covid-19.

Terkait hal tersebut, politisi senior PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno mengatakan, KAMI seharusnya dapat mengendalikan diri.

Hendrawan memandang perlu mengingatkan KAMI agar tidak memperkeruh suasana kebersamaan dalam menghadapi pagebluk yang melanda negeri.


"Pengendalian diri diharapkan dari semua pihak untuk tidak memperkeruh suasana kebersamaan ini," kata Hendrawan kepada wartawan, Selasa (6/10).

Meski setiap aspirasi yang diutarakan suatu kelompok harus didengar, kata Hendrawan, namun tidak dibarengi dengan gerakan provokasi. KAMI harus melihat situasi kapan waktu yang tekat untuk melakukan aksi.

Menurutnya, bukan hanya KAMI yang harus menahan diri, tetapi siapa saja, termasuk kampanye-kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan segala macam bentuk perayaan yang dapat mengundang kerumunan.

"Saya berharap kegiatan yang menyebabkan kericuhan seperti perayaan hari jadi, kegiatan olahraga, atau festival seni budaya ditunda terlebih dahulu," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan semua pihak agar tidak membuat kegaduhan. Pasalnya, pemerintah sedang fokus untuk melawan Covid-19. Dia mengaku bahwa Covid-19 sulit dihadapi.

Namun demikian, dia berpesan agar semua elemen masyarakat tidak berpolemik satu sama lain.

"Yang penting dalam situasi seperti ini, jangan ada yang berpolemik, dan jangan ada yang membuat kegaduhan-kegaduhan," kata Jokowi baru-baru ini.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya