Berita

Ilustrasi

Politik

PDIP: Calon Kepala Daerah Yang Andalkan Politik Uang, Hatinya Tidak Pada Rakyat

SENIN, 05 OKTOBER 2020 | 22:51 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Masyarakat Kota Surabaya diimbau untuk menolak politik uang di gelaran pilkada Kota Surabaya mendatang.

Politisi PDI Perjuangan Syaifuddin Zuhri mengatakan, penggunaan politik uang di pilkada menunjukkan seorang pemimpin tidak memiliki keberpihakan kepada rakyat.

”Ketika calon selalu mengandalkan money politics, maka hatinya tidak akan berpihak kepada rakyat," kata Syaifuddin kepada wartawan, Senin (5/10).


Syaifuddin mengatakan juga, warga Surabaya adalah jenis pemilih yang sudah sangat rasional. Karenanya tidak akan terbeli oleh calon yang mengandalkan iming-iming imbalan tertentu, mulai sembako sampai uang.

"Kalau Mas Eri Cahyadi dan Cak Armuji jelas, keduanya mengandalkan rekam jejak dan kerja untuk meneruskan kemajuan kota dan kesejahteraan wong cilik di Surabaya,” jelas Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya ini.

Syaifuddin optimistis, Eri dan Armuji bisa memenangkan hati warga Surabaya. Ditopang oleh gotong royong seluruh rakyat dan keterpaduan kerja struktur PDIP, kemenangan Eri dan Armuji diyakini bakal terwujud pada pilkada 9 Desember mendatang.

”Saya super optimistis. Rakyat sangat antusias. Partai juga kompak. Sudah klop. Semua gotong royong mendukung Mas Eri dan Cak Armuji karena tidak ingin program-program baik di Surabaya selama ini terhenti,” pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya