Berita

Wilayah Roquebilliere, tenggara Perancis, yang dhantam badai/Net

Dunia

Prancis Dan Italia Berjibaku Pulihkan Keadaan Usai Dihantam Badai Alex Yang Mematikan

SENIN, 05 OKTOBER 2020 | 15:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tim penyelamat Prancis dan Italia terus berjibaku meningkatkan upaya pencarian mereka pasca banjir memutus beberapa desa di dekat perbatasan kedua negara yang menyebabkan kerusakan luas dan telah menewaskan dua orang di Italia akibat bencana Badai Alex.

Hingga saat ini sebanyak delapan orang masih belum ditemukan di sisi perbatasan Prancis setelah terjadi badai, hujan deras dan banjir bandang yang memporak-porandakan daerah, menyapu jalan dan rumah-rumah serta memotong seluruh desa dan memicu tanah longsor.

Jurnalis AFP melaporkan bahwa banyak rumah yang terkubur lumpur dan mobil terbalik yang terjebak di dasar sungai di Breil-sur-Roya, sebuah desa Prancis yang dekat dengan perbatasan Italia.


Upaya penyelamatan dipusatkan di lembah Roya di mana sekitar 1.000 petugas pemadam kebakaran yang didukung oleh helikopter dan tentara melanjutkan pencarian mereka yang selamat, sambil memberikan bantuan kepada orang-orang yang rumahnya hancur atau tidak dapat diakses.

Badai Alex meluncur ke pantai barat Prancis pada hari Kamis (1/10) waktu setempat, membawa angin kencang dan hujan di seluruh negeri sebelum kemudian pindah ke Italia utara, seperti dikutip dari AFP, Senin (5/10)

“Apa yang kami alami luar biasa,” kata prefek wilayah Alpes-Maritimes, Bernard Gonzalez setelah hujan deras turun selama 24 jam di daerah yang terkena dampak paling parah.

Gonzalez mengimbau keluarga orang hilang untuk tidak putus asa.
“Hanya karena orang yang mereka cintai belum bisa berhubungan, tidak berarti mereka telah dibawa oleh badai,” katanya.

Banyak telepon rumah dan beberapa layanan telepon seluler terganggu, dengan beberapa desa menggunakan telepon satelit untuk berkomunikasi dengan layanan penyelamatan.

Meskipun diperkirakan akan lebih banyak hujan, upaya penyelamatan akan terus berlanjut sepanjang Minggu, kata Gonzalez. Proses pencarian dengan helikopter akan terus berlangsung sepanjang hari, katanya.

Prancis telah menyatakan kawasan itu sebagai zona bencana alam.
Saint-Martin-Vesubie, sebuah desa Prancis yang menampung 1.400 orang di utara Nice, terputus melalui jalan darat.

“Sekelompok turis dan penduduk yang basah kuyup - termasuk seorang wanita yang kehilangan rumahnya - berkumpul di alun-alun desa untuk diangkut ke tempat aman,” kata seorang jurnalis AFPTV setelah mencapai lokasi dengan berjalan kaki.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex memeriksa kerusakan dengan helikopter pada hari Sabtu (3/10) dan mengatakan pemerintahnya telah membuat rencana daruratnya untuk menangani bencana alam. Dia khawatir jumlah orang yang hilang bisa meningkat setelah puluhan mobil, serta beberapa rumah, tersapu dalam adegan apokaliptik.

Otoritas lokal memberi perlindungan bagi sekitar 200 orang dalam semalam, sementara makanan dan ribuan botol air diangkut ke desa-desa terpencil yang terputus oleh badai.

Dua orang yang tewas pada Sabtu di Italia adalah seorang petugas pemadam kebakaran sukarela dalam operasi penyelamatan di Lembah Aosta dan seorang pria yang mobilnya terhanyut di Sungai Sesia lebih jauh ke timur.
Presiden wilayah Piedmont dan Liguria Italia menandatangani surat bersama yang meminta pemerintah untuk mengumumkan keadaan darurat akibat beberapa desa terputus.

"Situasinya sangat serius. Ini seperti tahun 1994, ketika 70 orang tewas setelah sungai Po dan Tarano banjir, " kata presiden Piedmont, Alberto Cirio kepada surat kabar La Stampa.

"Perbedaannya adalah 630 mm air jatuh dalam 24 jam, belum pernah terjadi sebelumnya dalam jangka waktu sekecil itu sejak 1954," lanjutnya.

Cirio menambahkan Italia sudah berjuang untuk mengatasi efek virus korona yang telah menewaskan sekitar 36.000 orang dan menghancurkan ekonomi selama enam bulan terakhir.

"Kami sudah berada dalam situasi yang luar biasa. Karena pandemi, kawasan itu tahun ini akan menerima 200 juta euro lebih sedikit dalam penerimaan pajak. Jika negara tidak melakukan intervensi (dengan dana penyelamatan) kami tidak akan pulih.”

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

Sabtu, 05 September 2026 | 10:18

Emas Antam Ambruk Rp30.000, Termurah Dibanderol Rp1,3 Juta

Sabtu, 05 September 2026 | 09:19

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Hukuman Dua Pelaku Diringankan

Sabtu, 05 September 2026 | 08:50

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Energi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:14

112 Tersangka Kasus Karhutla Sudah Ditangkap, 55 Perkaran Dilidik

Sabtu, 05 September 2026 | 07:41

RUU Perampasan Aset Potensial Menjarah Aset Seluruh Rakyat

Sabtu, 05 September 2026 | 06:46

112 Tersangka Kasus Karhutla Ditangkap, Terbanyak di Riau

Sabtu, 05 September 2026 | 06:34

Muhammadiyah Layani Penyintas Gempa NTT

Sabtu, 05 September 2026 | 06:17

JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Sabtu, 05 September 2026 | 06:02

Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan di Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 05:52

Selengkapnya