Berita

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo/Net

Dunia

Kunjungan Singkat Pompeo Ke Jepang Di Tengah Sakitnya Trump Tetap Bawa Misi Utama Anti-China

SENIN, 05 OKTOBER 2020 | 07:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah kesehatan Donald Trump dan pejabat senior Amerika lainnya yang saat ini terganggu akibat terinfeksi virus corona, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo melanjutkan misi diplomatiknya dalam sebuah perjalanan yang dipersingkat ke wilayah Asia.

Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa Pompeo akan mengunjungi Tokyo pada hari Minggu (4/10) waktu setempat, di mana dia akan bertemu dengan rekan-rekannya yakni Australia, India, dan Jepang untuk pembicaraan keamanan antara pengelompokan Quad yang strategis, yang dipandang sebagai respons terhadap kekuatan China yang tumbuh.

Namun, dia mengatakan telah membatalkan rencananya untuk mengunjungi Korea Selatan dan Mongolia.


Shi Yinhong, seorang ahli hubungan internasional dari Renmin University di Beijing mengatakan, perjalanan singkat Pompeo ke Asia tidak akan mengubah ‘normal baru’ anti-China yang digembar-gemborkan oleh pemerintahan Trump.

“Gambaran besarnya tetap sama bahwa AS mendorong Quad sebagai garis depan baru untuk melawan China,” kata Shi, seperti dikutip dari SCMP, Minggu (4/10).

“AS akan secara aktif membentuk dan meningkatkan aliansi anti-China dengan negara-negara lain di kawasan - Mongolia, misalnya, dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan Jepang dan AS di masa depan,” katanya.

Analis mengatakan Pompeo kemungkinan akan meningkatkan kekhawatiran tentang pengaruh strategis China yang tumbuh di luar negeri, seperti pemerintahan Trump yang meningkatkan kritiknya terhadap Beijing - terutama atas respons negaranya terhadap pandemi virus corona - menjelang pemilihan AS pada bulan November.

Pang Zhongying, seorang spesialis hubungan internasional di Ocean University of China, mengatakan walaupun kondisi Trump sedang dalam perawatan, ada alasan mengapa Pompeo tetap melanjutkan rencana kunjungannya itu.

“Ada alasan bagi Pompeo untuk mengunjungi Jepang meskipun Trump terinfeksi, seperti karena Jepang memiliki Perdana Menteri baru dan pertemuan Quad di Jepang. Terlepas dari perubahan jadwalnya, kebijakan luar negeri utama Trump akan terus berlanjut, dan ini termasuk bermitra dengan lebih banyak negara kawasan untuk melawan pengaruh China."

Beijing telah mengecam Pompeo secara khusus karena mempermainkan teori 'ancaman China' -nya di seluruh dunia, saat dia membunyikan alarm secara global tentang masalah-masalah seperti keberlanjutan investasi China dan keamanan teknologi China.

Yun Sun, seorang rekan senior di Stimson Center yang berbasis di Washington, mengatakan: “Beijing melihat kritik AS terhadap China dimotivasi oleh motif tersembunyi, bahwa ini bukan tentang apakah yang dilakukan China itu benar atau salah, tetapi tentang keinginan AS untuk merusak pengaruh China.”

Sementara di Eropa minggu lalu, Paus menolak bertemu Pompeo setelah komentarnya yang memperingatkan bahwa jika Vatikan memperbarui perjanjian dengan China, hal itu dapat membahayakan otoritas moralnya.

Kunjungan Pompeo ke Asia Timur, yang pertama ke kawasan itu dalam lebih dari setahun, terjadi pada saat hubungan AS dengan Beijing berada pada kondisi terburuk dalam beberapa dekade.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

Sabtu, 05 September 2026 | 10:18

Emas Antam Ambruk Rp30.000, Termurah Dibanderol Rp1,3 Juta

Sabtu, 05 September 2026 | 09:19

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Hukuman Dua Pelaku Diringankan

Sabtu, 05 September 2026 | 08:50

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Energi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:14

112 Tersangka Kasus Karhutla Sudah Ditangkap, 55 Perkaran Dilidik

Sabtu, 05 September 2026 | 07:41

RUU Perampasan Aset Potensial Menjarah Aset Seluruh Rakyat

Sabtu, 05 September 2026 | 06:46

112 Tersangka Kasus Karhutla Ditangkap, Terbanyak di Riau

Sabtu, 05 September 2026 | 06:34

Muhammadiyah Layani Penyintas Gempa NTT

Sabtu, 05 September 2026 | 06:17

JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Sabtu, 05 September 2026 | 06:02

Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan di Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 05:52

Selengkapnya