Berita

Pangkalan Angkalan Laut Ream di Provinsi Preah Sihanouk/Net

Dunia

Saat Washington Curigai Hubungan Gelap Phnom Penh Dengan Beijing, Pasukan Kamboja Pun Hancurkan Fasilitas Pangkalan Laut AS

SABTU, 03 OKTOBER 2020 | 18:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Kamboja telah menghancurkan fasilitas yang dibangun oleh Amerika Serikat di pangkalan angkatan laut terbesar negara itu, menurut citra satelit yang dikumpulkan pada 1 Oktober.

Pembongkaran tersebut terjadi sekitar tanggal 5 September - 10 September. Sebuah gambar yang diterbitkan oleh wadah think-tank Amerika pada hari Jumat (2/10) waktu setempat menunjukkan adanya aksi penghancuran di tengah meningkatnya kekhawatiran Washington tentang akses China ke pangkalan militernya di negara itu.

Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) menerbitkan gambar yang menunjukkan aksi pemerintah Kamboja pada bulan lalu yang menghancurkan sebuah bangunan buatan AS di Pangkalan Angkatan Laut Ream.


Bangunan itu adalah salah satu dari beberapa fasilitas yang didanai AS di pangkalan yang dilaporkan akan dipindahkan setelah Kamboja mencapai kesepakatan rahasia untuk memberi China akses ke Ream.

Pembongkaran baru-baru ini tampaknya mengkonfirmasi bahwa perubahan sedang berlangsung di pangkalan angkatan laut dan sekali lagi menimbulkan pertanyaan tentang akses China yang diisukan.

Tahun lalu Pentagon telah meminta Kamboja untuk menjelaskan mengapa mereka menolak tawaran untuk memperbaiki pangkalan. Penolakan itu menimbulkan spekulasi kemungkinan rencana Kamboja untuk menampung militer China.

Pentagon pada hari Jumat (2/10) mengaku prihatin dengan laporan yang menyebutkan bahwa fasilitas markas taktis Angkatan Laut Kamboja yang didanai AS itu telah dihancurkan. Atas kabar tersebut mereka langsung meminta penjelasan dari pemerintah Kamboja.

"Kami memiliki kekhawatiran bahwa penghancuran fasilitas mungkin terkait dengan rencana pemerintah Kamboja untuk menampung aset dan personel militer Republik Rakyat China (RRT) di Pangkalan Angkatan Laut Ream," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari SCMP, Sabtu (3/10).

Kedutaan Kamboja di Washington tidak segera memberikan komentarnya.

Pemerintah Kamboja membantah laporan bahwa China telah mencapai kesepakatan rahasia dengan Kamboja untuk membiarkannya menempatkan pasukan di pangkalan itu, mengatakan bahwa menampung pasukan asing akan bertentangan dengan konstitusi Kamboja.

Pangkalannya berada di tenggara kota pelabuhan Sihanoukville, pusat ledakan kasino yang dipimpin Tiongkok dan Zona Ekonomi Khusus yang dikelola Tiongkok.

Kamboja adalah salah satu sekutu terdekat China di Asia Tenggara dan telah menerima miliaran dolar bantuan China serta dukungan politik untuk Perdana Menteri otoriter Hun Sen dalam menghadapi kritik Barat.

Kamboja telah mewaspadai persaingan negara adidaya sejak dihancurkan oleh pertempuran antara pasukan proksi AS dan China pada tahun 1970-an yang memuncak pada genosida Khmer Merah.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

Sabtu, 05 September 2026 | 10:18

Emas Antam Ambruk Rp30.000, Termurah Dibanderol Rp1,3 Juta

Sabtu, 05 September 2026 | 09:19

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Hukuman Dua Pelaku Diringankan

Sabtu, 05 September 2026 | 08:50

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Energi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:14

112 Tersangka Kasus Karhutla Sudah Ditangkap, 55 Perkaran Dilidik

Sabtu, 05 September 2026 | 07:41

RUU Perampasan Aset Potensial Menjarah Aset Seluruh Rakyat

Sabtu, 05 September 2026 | 06:46

112 Tersangka Kasus Karhutla Ditangkap, Terbanyak di Riau

Sabtu, 05 September 2026 | 06:34

Muhammadiyah Layani Penyintas Gempa NTT

Sabtu, 05 September 2026 | 06:17

JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Sabtu, 05 September 2026 | 06:02

Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan di Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 05:52

Selengkapnya