Berita

Mantel putih yang digunakan oleh dokter yang melawan Covid-19 telah diubah menjadi karya seni yang akan dilelang /Net

Dunia

Seniman Panama Ubah 24 Jas Lab Dokter Covid-19 Jadi Karya Seni Siap Lelang

KAMIS, 01 OKTOBER 2020 | 17:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seniman Genaro Rodriguez mengaku sangat tersentuh setelah dirinya ditugaskan untuk mengubah jas putih dokter Covid-19 menjadi sebuah karya seni sehingga dia menyamakan pengalaman itu dengan 'melukis jubah pahlawan super'.

Rodriguez adalah salah satu dari 22 seniman Panama yang diminta untuk mengubah jas lab pekerja kesehatan garis depan menjadi karya seni siap lelang untuk mengumpulkan uang untuk peralatan anti-virus di negara Amerika Tengah itu.

Menggunakan cat akrilik, Rodriquez mengerjakan pola geometris dengan warna-warna cerah pada pakaian katun putih.


"Dalam pekerjaan saya, saya banyak menggunakan abu-abu, tapi di sini saya menggunakan warna putih yang sudah ada di mantel, karena bagi saya itu membawa makna harapan," katanya, seperti dikutip dari AFP, Kamis (1/10).

Masing-masing dari dua lusin mantel dalam koleksi ini memiliki label nama dokter, yang merupakan bagian dari karya akhir.

Salah satu jas lab yang dicat Rodriguez adalah milik Fulvia Vergara, kepala departemen perawatan intensif di rumah sakit umum Santo Tomas di kota itu.

Saat memeriksanya, Vergara mengaku tersentuh ketika melihat mantelnya diubah.

"Bagi seorang dokter, itu seperti jubah yang mengidentifikasi dan melindungi pada saat bersamaan," katanya.

Di ibu kota Kabupaten Cangrejo, seniman Rolo De Sedas mempelajari mantel yang diberikan kepadanya, sekarang dicat dengan warna hijau dan menampilkan sosok perempuan yang terinspirasi oleh cerita rakyat Panama.

De Sedas mengatakan bahwa mengerjakan pakaian itu sebentar memberinya gambaran sekilas seperti apa kehidupan bagi dokter yang memilikinya, berlomba menyusuri koridor rumah sakit untuk merawat para korban virus.

"Tak satu pun dari objek yang saya kerjakan sebelumnya memiliki begitu banyak makna atau begitu banyak kehidupan," kata De Sedas.

24 jas, yang akan dilelang kepada penawar tertinggi, menampilkan pemandangan, hewan, figur geometris, virus khayalan, wanita telanjang mandi di laut dan mata seorang anak yang sedih.

Ada juga pakaian dengan gambar surealis yang membangkitkan budaya Asia atau karya surealis Spanyol Salvador Dali.

"Yang saya inginkan di atas segalanya adalah memberi penghormatan kepada para dokter yang telah menjadi pahlawan pandemi ini," kata seniman Olga Sinclair.

"Seni memiliki kualitas untuk memperindah dan menghiasi keadaan apa pun," dan karya-karya ini, katanya, akan menjadi "bukti kesetiaan, solidaritas, dan keindahan".

Panama memiliki jumlah infeksi Covid-19 tertinggi di Amerika Tengah, dengan lebih dari 111 ribu kasus dan lebih dari 2.300 kematian.

Lelang akan diadakan secara virtual mulai 1-4 Oktober, dan penyelenggara mengatakan bahwa hasil penjualan akan digunakan untuk membeli peralatan untuk pusat kesehatan.

"Mereka benar-benar membutuhkan banyak bantuan, tidak hanya persediaan medis untuk Covid, tetapi juga peralatan," kata Ricardo Gago, Presiden Rotary Club of Panama, yang menyelenggarakan lelang.

Harga pembukaan untuk setiap karya adalah 1.000 dolar AS, meskipun penyelenggara yakin bahwa penawaran akan lebih tinggi, dan berharap untuk mendapatkan lebih dari 24.000 ribu dolar AS untuk 24 mantel.

"Masing-masing mantel ini adalah sepotong kain yang sarat dengan kemanusiaan," kata pelukis dan pematung Eduardo Navarro.

"Pandemik telah membuat kami melihat kehidupan dengan mata yang berbeda," ungkapnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

Sabtu, 05 September 2026 | 10:18

Emas Antam Ambruk Rp30.000, Termurah Dibanderol Rp1,3 Juta

Sabtu, 05 September 2026 | 09:19

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Hukuman Dua Pelaku Diringankan

Sabtu, 05 September 2026 | 08:50

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Energi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:14

112 Tersangka Kasus Karhutla Sudah Ditangkap, 55 Perkaran Dilidik

Sabtu, 05 September 2026 | 07:41

RUU Perampasan Aset Potensial Menjarah Aset Seluruh Rakyat

Sabtu, 05 September 2026 | 06:46

112 Tersangka Kasus Karhutla Ditangkap, Terbanyak di Riau

Sabtu, 05 September 2026 | 06:34

Muhammadiyah Layani Penyintas Gempa NTT

Sabtu, 05 September 2026 | 06:17

JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Sabtu, 05 September 2026 | 06:02

Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan di Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 05:52

Selengkapnya