Berita

Presiden Turki Erdogan dan Presiden Prancis Macron/Net

Dunia

Prihatin Dengan Komentar Kasar Turki Yang Bela Azerbaijan Prancis Pun Mantap Dukung Armenia

KAMIS, 01 OKTOBER 2020 | 07:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Prancis Emmanuel Macron kecewa dengan pernyataan Turki yang dinilainya semakin memperkeruh perselisihan antara Armenia dan Azerbaijan dalam konflik Nagorno-Karabakh.

Pernyataan pemerintah Erdogan yang jelas-jelas mendukung Azerbaijan secara terbuka dalam upayanya untuk merebut kembali wilayah Nagorno-Karabakh yang telah memisahkan diri, disebutnya sembrono dan berbahaya,

Sebelumnya, Ankara mengatakan pada Selasa (28/9) waktu setempat bahwa pihaknya sepenuhnya siap untuk membantu Azerbaijan memulihkan Nagorno-Karabakh, saat konflik bersenjata meningkat dengan tetangganya Armenia di wilayah tersebut.


"Saya telah mencatat pernyataan politik Turki yang menurut saya sembrono dan berbahaya," kata Macron kepada wartawan di ibu kota Latvia Riga selama kunjungan ke negara bagian Baltik Uni Eropa, seperti dikutip dari AFP, Rabu (30/9).

"Prancis tetap sangat prihatin dengan komentar kasar yang dibuat Turki pada jam-jam terakhir, yang pada dasarnya mengatakan akan menghilangkan segala hambatan yang dihadapi Azerbaijan dalam menaklukan kembali Karabakh utara. Itu tidak akan kami terima," tambahnya.

Dia juga tampak menyuarakan dukungan untuk Yerevan: "Saya katakan kepada Armenia dan kepada orang-orang Armenia, Prancis akan memainkan perannya."

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu segera menanggapi komentar Macron dalam sebuah wawancara dengan kantor berita pemerintah Anadolu di mana dia mengatakan bahwa solidaritas Prancis dengan Armenia sama dengan mendukung 'pendudukan' Armenia di wilayah tersebut.

Pertempuran pecah antara pasukan Armenia dan Azerbaijan atas sengketa wilayah separatis Nagorno-Karabakh pada 27 September.

Macron mengatakan akan membahas ketegangan tersebut dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (30/9) malam dan Presiden AS Donald Trump pada Kamis (1/10) wakti setempat, sebelum melaporkan situasinya kepada para pemimpin Dewan Eropa Uni Eropa.

Armenia dan Azerbaijan telah dikurung selama beberapa dekade dalam sengketa wilayah atas Nagorno-Karabakh dan saling menyalahkan karena memicu bentrokan sengit yang meletus pada hari Minggu dan sejak itu menyebabkan hampir 100 kematian yang dikonfirmasi.

Kedua belah pihak sejauh ini menentang seruan untuk gencatan senjata.

Ankara telah mendukung Azerbaijan dalam konflik tersebut dan pada hari Selasa (28/9) kementerian pertahanan Armenia mengatakan sebuah jet F-16 Turki yang terbang untuk mendukung pasukan Baku telah menjatuhkan pesawat perang SU-25 Armenia. Ankara dengan keras membantah klaim tersebut.

Tindakan langsung militer Turki terhadap Armenia akan menandai peningkatan besar-besaran setelah tiga hari pertempuran sengit antara pasukan Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh.

Sementara itu Dewan Keamanan PBB telah meminta kedua belah pihak untuk segera mengakhiri pertempuran.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

Sabtu, 05 September 2026 | 10:18

Emas Antam Ambruk Rp30.000, Termurah Dibanderol Rp1,3 Juta

Sabtu, 05 September 2026 | 09:19

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Hukuman Dua Pelaku Diringankan

Sabtu, 05 September 2026 | 08:50

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Energi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:14

112 Tersangka Kasus Karhutla Sudah Ditangkap, 55 Perkaran Dilidik

Sabtu, 05 September 2026 | 07:41

RUU Perampasan Aset Potensial Menjarah Aset Seluruh Rakyat

Sabtu, 05 September 2026 | 06:46

112 Tersangka Kasus Karhutla Ditangkap, Terbanyak di Riau

Sabtu, 05 September 2026 | 06:34

Muhammadiyah Layani Penyintas Gempa NTT

Sabtu, 05 September 2026 | 06:17

JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Sabtu, 05 September 2026 | 06:02

Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan di Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 05:52

Selengkapnya