Berita

Presiden Palestina Mahmoud Abbas/Net

Dunia

Buntut Normalisasi UEA-Israel Macron Undang Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas Ke Paris

SENIN, 17 AGUSTUS 2020 | 06:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasca normalisasi hubungan antara Israel dan UEA, Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak diadakannya perundingan perdamaian Timur Tengah Baru.

Hal itu disampaikan Macron di akun Twitter pribadinya usai melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Minggu (16/8).

Macron mengatakan dia mengatakan kepada pemimpin Palestina itu bahwa dia bertekad untuk bekerja demi perdamaian di Timur Tengah.


"Dimulainya kembali pembicaraan untuk mencapai solusi yang adil yang menghormati hukum internasional tetap menjadi prioritas," tulisnya seperti dikutip dari AFP, Minggu (16/8).

Sebelumnya Macron telah memuji kesepakatan yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis dengan menyebutnya sebagai keputusan yang berani oleh UEA. Dia mengatakan kesepakatan itu menunjukkan keinginan untuk berkontribusi pada pembentukan perdamaian yang adil dan abadi antara Dubai, Israel dan Palestina.

Pertanyaan mengenai niat Israel mengenai Tepi Barat yang diduduki tetap tidak jelas setelah UEA mengklaim bahwa mereka telah mengeluarkan kesepakatan untuk menghentikan aneksasi lebih lanjut. Sementara PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa dia hanya setuju untuk menunda, tidak membatalkan aneksasi, dan bahwa dia tidak akan pernah melepaskan hak mereka atas Tepi Barat.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan penangguhan aneksasi harus menjadi tindakan yang pasti. Dia juga mendesak dimulainya kembali pembicaraan menuju solusi dua negara, yang dia sebut "satu-satunya pilihan untuk memungkinkan perdamaian yang adil dan abadi".

Kantor berita resmi Palestina WAFA melaporkan bahwa Abbas mengatakan kepada Macron: "seperti negara lain dalam hal ini, UEA tidak dapat berbicara atas nama rakyat Palestina". Otoritas Palestina juga menolak untuk menjadikan negara itu sebagai alasan untuk membenarkan normalisasi.

Dikatakan Macron telah mengundang Abbas ke Paris untuk membahas masalah Palestina. Undangan tersebut disetujui oleh presiden Palestina dengan syarat bahwa tanggal pertemuan ditetapkan sesegera mungkin.

Berdasarkan perjanjian dengan Israel, UEA menjadi negara Arab ketiga yang mengakui negara Yahudi, setelah Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya