Berita

Kemal Kilicdaroglu/Net

Dunia

Joe Biden Dukung Oposisi Turki, Kemal Kilicdaroglu Tegaskan Partainya Tak Terima Bayang-bayang Kekuatan Siapa Pun

SENIN, 17 AGUSTUS 2020 | 06:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kritikan atas pernyataan Joe Biden tentang Presiden Erdogan tak hanya datang dari pendukung pemerintah Turki, melainkan juga dari pihak oposisi.

Pemimpin oposisi utama Turki Kemal Kilicdaroglu mengeluarkan kritikannya itu dengan mengatakan bahwa partai yang dipimpinnya tidak menerima bayang-bayang dari kekuatan manapun, merujuk pada pernyataan Biden soal dukungannya kepada pihak oposisi Turki.

"Partai Rakyat Republik (CHP) berjuang untuk kemerdekaan dan kedaulatan Turki dan tidak menerima bayang-bayang dari kekuatan kekaisaran mana pun," kata Kilicdaroglu, seperti dikutip dari AA, Minggu (16/8).


Pernyataan Biden itu dibuat pada Desember tahun lalu dalam sebuah tayangan video wawancara bersama The New York Times yang viral kembali di media sosial pada Sabtu (15/8).

Ketika ditanya tentang pandangannya terhadap Erdogan, Biden menggambarkan orang nomer satu di Turki itu sebagai seorang 'otokrat'. Dia lalu mengkritik kebijakan Erdogan terhadap Kurdi dan menganjurkan kepada publik AS untuk mendukung oposisi Turki.

Saat itu Biden juga mengatakan bahwa dirinya akan mengupayakan perubahan rezim di Turki dan mendukung oposisi untuk menggulingkan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam pemilu 2023.

"Apa yang menurut saya harus kami lakukan sekarang adalah mengambil pendekatan yang sangat berbeda dengannya sekarang. Memperjelas bahwa kami mendukung kepemimpinan opisisi," kata Biden.

Sebelumnya kecaman juga datang dari Jurubicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin yang mengatakan bahwa  apa yang dikatakan Joe Biden adalah murni ketidaktahuannya tentang Turki, ia juga menyebut pernyataan capres Demokrat itu sebagai satu bentuk arogansi dan kemunafikan.

"Analisis Turki oleh Joe Biden didasarkan pada ketidaktahuan murni, kesombongan dan kemunafikan," kata Kalin di Twitter.

"Hari-hari memerintah Turki sudah berakhir. Tapi jika kamu masih berpikir kamu bisa mencoba, jadilah tamu kami. Kamu akan membayar harganya," tambah Kalin.

Setali tiga uang kepala Direktorat Komunikasi Turki Fahrettin Altun juga membalas pernyataan Biden, ia mengatakan klip video itu "mencerminkan permainan yang dimainkan di Turki dan sikap intervensionis mereka."

Hubungan Turki dan AS baru-baru ini memang sedikit terganggu karena sejumlah alasan, seperti pembelian rudal S-400 Rusia dan operasi kontra-terorisme di Suriah utara, di mana yang terakhir melengkapi YPG, cabang kelompok teror PKK Suriah yang bertanggung jawab atas  kematian puluhan ribu warga Turki dengan senjata.

Masalah lain adalah seruan Turki untuk mengekstradisi Fetullah Gulen yang sejauh jni tidak didengarkan oleh pemerintah AS. Gulen adalah pemimpin Organisasi Teroris Fetullah yang berbasis di AS yang dituduh Turki mendalangi kudeta gagal tahun 2016 yang menyebabkan 251 orang menjadi martir dan ribuan lainnya terluka.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya