Berita

Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa/Net

Dunia

Lewati Puncak Wabah Covid-19, Afrika Selatan Buka Lockdown

MINGGU, 16 AGUSTUS 2020 | 13:04 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Cyril Ramaphosa mencabut kuncian dan melonggarkan pembatasan sosial setelah menyakini Afrika Selatan sudah mencapai puncak infeksi Covid-19.

Dalam pidatonya yang disiarkan di televisi pada Sabtu (15/8), Ramaphosa mengatakan, pemerintah akan beralih ke pembatasan yang lebih rendah, yaitu tingkat 2 mulai Senin tengah malam (17/8).

Dengan begitu, pemerintah akan mengakhiri larangan penjualan alkohol dan tembakau, serta mengizinkan restoran dan kedai kembali beroperasi seperti normal. Larangan perjalanan antar provinsi juga akan dicabut, walaupun perjalanan internasional masih ditangguhkan.


"Semua indikasi menunjukkan  Afrika Selatan telah mencapai puncak dan bergerak melampaui titik belok kurva," kata Ramaphosa seperti dikutip Reuters.

“Perpindahan ke tingkat dua berarti kita dapat menghapus hampir semua batasan untuk memulai kembali aktivitas ekonomi di sebagian besar industri,” tambahnya.

Meskipun begitu, ia juga mengatakan, pemerintah akan menerapkan regulasi kebersihan yang lebih kekatat.

Dengan pelonggaran tersebut, ia mengatakan, Afrika Selatan bisa mulai melakukan pemulihan ekonomi yang sudah jatuh ke dalam resesi.

“Pelonggaran lebih lanjut dari pembatasan memberi kita kesempatan terbesar sejak awal pandemik untuk menghidupkan kembali perekonomian yang sedang berjuang,” tutur Ramaphosa.

Akibat pembatasan sendiri, banyak bisnis yang bangkrut, ribuan orang kehilangan pekerjaan dan jutaan terperosok ke dalam jurang kemiskinan ekstrem.

Walaupun wudah memberlakukan kuncian yang paling ketat, Afrika Selatan mengalami lonjakan kasus yang luar biasa, bahkan menjadi negara dengan jumlah infeksi tertinggi kelima di dunia.

Sejauh ini, Afrika Selatan memiliki sekitar 579 ribu kasus Covid-19 dengan 11.500 di antaranya sudah meninggal dunia.

Kini, Ramophasa menyebut, tingkat infeksi mulai menurun menjadi rata-rata 5 ribu kasus per hari dari 12 ribu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya