Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan calon Wakil Presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris/Net

Dunia

Trump: Saya Punya Lebih Banyak Dukungan Orang India Daripada Kamala Harris

MINGGU, 16 AGUSTUS 2020 | 12:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kehadiran Kamala Harris sebagai calon wakil presiden Amerika Serikat (AS), mendampingi Joe Biden, dianggap banyak pihak memberikan tekanan bagi petahana, Presiden Donald Trump.

Trump sendiri tampak menanggapinya dengan serius dan melancarkan berbagai kritikan tajam sejak pengumuman pencalonan Harris. Bahkan, ia mengaku memiliki lebih banyak dukungan orang India daripada Harris yang keturunannya langsung.

"Dia (adalah) keturunan India. Ingat perkataan saya, saya memiliki lebih banyak orang India daripada dia. Saya memiliki lebih banyak orang India daripada dia," ujar Trump seperti dikutip India Today, Minggu (16/8).


Harris yang saat ini berusia 55 tahun merupakan kulit berwarna pertama yang dipilih untuk posisi wakil presiden. Ia lahir dari seorang ayah Jamaika dan ibu India. Kehadiran Harris diperkirakan bisa membantu Biden mendapatkan suara warga Amerika-Asia dan Amerika-Afrika.

Berbicara kepada anggota Asosiasi Kebajikan Polisi Kota New York, Trump mengatakan, jika Biden dan Harris terpilih, mereka akan mengesahkan undang-undang untuk memberlakukan penutupan semua kantor polisi di Amerika.

"Jika Joe Biden menjadi presiden, dia akan segera mengesahkan UUU untuk memotong setiap departemen kepolisian di AS. Dan mungkin dia (Harris) selangkah lebih buruk," ujarnya.

Selama ini, khususnya di tengah protes anti-rasisme yang dipicu kematian warga kulit hitam George Floyd, Harris menjadi pencetus reformasi kepolisian.

Selain itu, Ketua Nasional Komite Keuangan Kemenangan Trump, Kimberly Guilfoyle juga menyebut Harris telah bangkrut secara moral dan intelektual.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya