Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Diragukan Banyak Pihak, Rusia Tetap Mulai Gelombang Pertama Produksi Vaksin Covid-19 'Sputnik V'

MINGGU, 16 AGUSTUS 2020 | 06:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kementerian Kesehatan Rusia melaporkan pihaknya sudah mulai memproduksi gelombang pertama produksi vaksin Covid-19 yang baru saja disetujui.

Vaksin yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia itu bernama Sputnik V.

Pada Selasa (11/8), Presiden Vladimir Putin mengumumkan, Sputnik V menjadi vaksin pertama di dunia yang sudah dalam tahap registrasi, meski belum menyelesaikan uji klinis fase 3 yang melibatkan ribuan sukarelawan.


"Gelombang pertama dari vaksin virus corona baru yang dikembangkan oleh lembaga penelitian Gamaleya telah diproduksi," ujar Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (15/8).  yang dikutip CNA.

Pemerintah mengungkap, Sputnik V akan diluncurkan akhir bulan ini.

Menteri Kesehatan Mikhail Murashko menagtakan, jika sudah tersedia, vaksin tersebut akan diberikan pertama kepada para petugas medis dan mereka yang berada di garis depan dalam perang melawan virus.  

Kemudian, pada awal 2021, Rusia akan melakukan vaksinasi massal yang diiringi kapasitas produksi sekitar 5 juta dosis dalam sebulan pada Desember hingga Januari.

Keberhasilan Rusia dalam mengembangkan Sputnik V pada dasarnya masih diragukan oleh para ahli dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena vaksin tersebut belum melakukan uji klinis fase 3.

Uji klinis fase 3 sendiri sangat penting karena dapat melihat keamanan penggunaan vaksin dan dianggap sebagai prekursor bagi vaksin untuk mendapatkan lisensi.

Kendati begitu, Putin meyakinkan vaksin tersebut aman. Bahkan, salah seorang putrinya yang menjadi sukarelawan pun menunjukkan kekebalan virus dengan vaksin tersebut.

Kepala Gamaleya Research Institute, Alexander Gintsburg, mengatakan sukarelawan yang mengambil bagian dalam pengujian tahap akhir untuk melihat keamanan dan kemanjuran vaksin mendapatkan dua suntikan.

Nama Sputnik V diberikan kepada vaksin Covid-19 buatan Rusia sebagai penghormatan kepada satelit pertama di dunia yang diluncurkan oleh Uni Soviet.

Sejauh ini, Rusia sudah melaporkan 917.884 infeksi Covid-19, tertinggi keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Brasil, dan India. Angka kematian di Rusia akibat virus corona sudah mencapai 15.617.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya