Berita

Presiden Iran, Hassan Rouhani/Net

Dunia

Presiden Rouhani: Normalisasi Hubungan UEA-Israel Untuk Menangkan Donald Trump Dalam Pilpres AS 2020

MINGGU, 16 AGUSTUS 2020 | 06:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Iran, Hassan Rouhani marah dan mengutuk kesepakatan damai dan normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS).

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada Sabtu (15/8), Rouhani menyoroti kehadiran Presiden Donald Trump dalam normalisasi hubungan UEA dan Israel.

Lantaran, kesepakatan damai antara UEA dan Israel tersebut diumumkan oleh Trump pada Kamis (13/8), menjelang pemilihan presiden (pilpres) AS pada November 2020.


Mengaitkan dengan kondisi politik dalam negeri AS, Rouhani menyebut normalisasi hubungan UEA dan Israel bertujuan untuk menghimpun dukungan bagi Trump untuk mengamankan masa jabatannya yang kedua. Terlebih, pengumuman tersebut disampaikan di Washington.

“Lalu mengapa itu terjadi sekarang? Jika bukan kesepakatan yang salah, mengapa kemudian diumumkan di negara ketiga, di Amerika?" ujar Rouhani seperti dikutip Reuters.

"Jadi (demi) seorang pria di Washington memenangkan suara, Anda mengkhianati negara Anda, rakyat Anda, Muslim dan dunia Arab?" tambahnya merujuk pada Trump sebagai pria di Washington.

Lebih lanjut, Rouhani mengatakan, UEA telah membuat kesalahan besar dengan menormalkan hubungannya dengan Israel.

"Mereka (UEA) sebaiknya berhati-hati. Mereka telah melakukan kesalahan besar, tindakan pengkhianatan. Kami berharap mereka akan menyadari dan meninggalkan jalan yang salah ini," terangnya.

Melalui kesempatan tersebut, Rouhani juga memperingatkan UEA untuk tidak mengizinkannya sebagai batu loncatan Israel di Timur Tengah.

Iran telah menjadi salah satu negara yang menolak dengan keras normalisasi hubungan UEA dan Israel.

Surat kabar garis keras, Kayhan bahkan menerbitkan artikel-artikel kecaman bagi UEA. Salah satunya dengan menyebut UEA menjadi "target yang sah untuk perlawanan".

Pemimpin redaksi Kayhan adalah orang yang ditunjuk langsung oleh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

"Pengkhianatan besar UEA terhadap rakyat Palestina akan mengubah negara kecil dan kaya ini, yang sangat bergantung pada keamanan, menjadi 'sasaran yang sah dan mudah' bagi perlawan," tulis Kayhan dalam halaman utamanya.

Selama ini, Iran menyebut atau mengasosiasikan militan dan negara-negara kawasan yang menentang Israel serta Amerika Serikat (AS) sebagai front "perlawanan".

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya