Berita

Presiden Dominika, Luis Abinader Corona/Net

Dunia

Rangkaian Kujungan Ke Karibia, Menlu Turki Akan Singgah Hadiri Pelantikan Presiden Dominika

SABTU, 15 AGUSTUS 2020 | 13:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menurut rencana, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu akan melakukan kunjungan resmi ke wilayah Karibia pada Minggu (16/8).

Cavusoglu akan menghadiri pelantikan Presiden terpilih Republik Dominika Luis Abinader Corona pada Minggu (16/8) menurut rencana keduanya akan langsung mengadakan pertemuan setelah upacara berlangsung.

Selain bertemu dengan Abinader Cavusoglu juga akan bertemu dengan mitranya dari AS, Mike Pompeo yang menurut rencana juga akan berada di Republik Dominika. Menurut sumber diplomatik Turki, keduanya dikabarkan akan membahas perkembangan terbaru di Mediterania Timur.


Diplomat Turki itu juga diperkirakan akan melakukan pertemuan dengan kepala negara dan menteri luar negeri lainnya yang akan menghadiri upacara pelantikan tersebut.

Keesokan harinya Senin (17/8) Menlu Cavusoglu dijadwalkan  untuk mengunjungi Haiti dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Claude Joseph, sebelum diterima oleh Perdana Menteri Joseph Jouthe dan Presiden Jovenel Moise.

Pada putaran terakhir tur dia akan singgah di Venezuela untuk mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jorge Arreaza, Presiden Nicolas Maduro dan Wakil Presiden Delcy Rodriguez pada Selasa (18/8). Pertemuan tersebut diharapkan fokus pada hubungan bilateral, serta isu-isu regional dan internasional.

"Selain penandatanganan perjanjian bilateral, juga akan ditandatangani deklarasi bersama dalam rangka HUT ke-70 pembentukan hubungan diplomatik antara Turki dan Venezuela," kata pernyataan itu, seperti dikutip dari AA, Sabtu (15/8).

Sementara itu, selama kunjungannya ke Yunani Jumat pagi (14/8) waktu setempat, Pompeo menekankan kebutuhan mendesak untuk mengurangi ketegangan di Mediterania Timur.

Dalam konferensi pers di Swiss pada hari yang sama, Cavusoglu menegaskan bahwa Turki ingin menyelesaikan sengketa di kawasan secara damai dan melalui dialog.

Awal pekan ini, Turki melanjutkan eksplorasi energi di Mediterania Timur setelah Yunani dan Mesir menandatangani kesepakatan pembatasan maritim yang kontroversial.

 Kesepakatan itu datang satu hari setelah Ankara mengatakan akan menunda eksplorasi minyak dan gas sebagai isyarat niat baik.

 Tetapi setelah menyatakan kesepakatan Yunani-Mesir "batal demi hukum," Turki mengizinkan kapal penelitian seismik Oruc Reis untuk melanjutkan aktivitasnya di suatu area di dalam landas kontinen negara itu.

 Kapal tersebut akan melanjutkan misi dua minggu hingga 23 Agustus bersama dengan kapal Cengiz Han dan Ataman.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan satu-satunya solusi untuk sengketa tersebut adalah melalui dialog dan negosiasi dan mendesak Athena untuk menghormati hak-hak Ankara.

Turki secara konsisten menentang upaya Yunani untuk mendeklarasikan zona ekonomi eksklusif berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki, melanggar kepentingan Turki, negara dengan garis pantai terpanjang di Mediterania.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya