Berita

Tim medis Spanyol melakukan tes kepada aparat/Net

Dunia

Belum Usai Wabah Covid-19, Spanyol Kini Dihantui Nyamuk Pembawa Virus West Nile

SABTU, 15 AGUSTUS 2020 | 10:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah kebangkitan virus corona yang terus berlanjut di Spanyol, wabah virus meningitis di dua kota Andalusia telah mengirim setidaknya 19 orang ke rumah sakit.

Pada hari Kamis, pejabat setempat telah mengonfirmasi bahwa 12 dari 19 orang yang terkena meningoencephalitis yaitu infeksi radang otak telah dinyatakan positif terkena virus West Nile, virus yang dibawa oleh nyamuk.  Sisanya masih menunggu hasil.

Pemerintah Andalusia merekomendasikan agar orang-orang di kota Puebla del Rio dan Coria del Rio, yang terletak 12 kilometer dari Seville, ibu kota wilayah berpenduduk hampir 2 juta orang untuk menggunakan obat nyamuk, kemeja lengan panjang, dan kelambu, dan hindari  pergi ke luar ruangan saat fajar dan senja.


Tahun lalu, Seville adalah episentrum wabah listeriosis yang meracuni 222 orang dan menyebabkan tiga kematian.  Pada bulan Januari, penduduk Coria del Rio menemukan sistem pembuangan limbah mereka mengeluarkan asap beracun.  Kemudian, Covid-19 menyerang.  Dan sekarang wabah virus West Nile semakin memperumit kesehatan dan pemulihan ekonomi kawasan itu.

"Ini seperti tujuh tulah di Mesir," kata seorang penduduk Coria del Rio kepada harian Spanyol El Pais, seperti dikutip dari AA, Sabtu (15/8).

West Nile adalah masalah yang relatif baru di Spanyol.  Virus ini pertama kali terdeteksi pada manusia di Andalusia pada 2010, dan Pusat Epidemiologi Nasional (CNE) Spanyol mengonfirmasi hanya segelintir kasus sejak itu.  Ini tampaknya menjadi wabah terbesar yang pernah tercatat.

Para ahli menyarankan bahwa musim semi hujan yang dikombinasikan dengan penguncian Covid-19 di mana lebih sedikit orang yang memantau nyamuk di luar ruangan dapat membantu menjelaskan situasinya.

Menurut pusat epidemiologi, sekitar 80 persen orang yang terinfeksi virus West Nile tidak menunjukkan gejala, dan kurang dari 1 persennya menderita komplikasi parah seperti meningitis atau ensefalitis.

Sementara komplikasi lebih mungkin muncul pada orang tua atau mereka yang immunocompromised, surat kabar ABC melaporkan bahwa seorang gadis berusia 14 tahun dirawat di rumah sakit, meskipun menteri kesehatan Andalusia mengatakan pasien berusia antara 35 dan 85 tahun.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya