Berita

Duta Besar AS untuk Israel David Friedman/Net

Dunia

Lewat Normalisasi Hubungan Dengan Israel, UEA Bisa Dapat Fasilitas Qualitative Military Edge Dari AS

SABTU, 15 AGUSTUS 2020 | 09:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para ahli menyoroti kemungkinan terbukanya jalan penjualan senjata AS ke negara Teluk Arab pasca kesepakatan normalisasi Uni Emirat Arab dan Israel.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa Israel dan UEA mengumumkan bahwa keduanya akan menormalkan hubungan diplomatik dan menjalin hubungan baru yang luas di bawah kesepakatan yang ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump.

Lewat perjanjian yang dikritik sebagian besar negara Timur Tengah seperti Turki dan Iran itu menjadikan UEA sebagai negara Arab ketiga setelah Mesir dan Yordania yang membuat kesepakatan seperti itu dengan Israel, di mana mereka telah menikmati akses khusus ke penjualan senjata AS.


Dalam wawancara bersama Radio Publik Nasional pada hari Jumat (14/8), Duta Besar AS untuk Israel David Friedman mengatakan bahwa semakin dekat hubungan UEA dengan Israel maka semakin dekat pula hubungannya dengan Amerika.

“semakin Emirates menjadi teman Israel, menjadi mitra Israel, menjadi sekutu regional Amerika Serikat, saya pikir jelas itu mengubah ancaman penilaian dan bisa bermanfaat bagi Emirates 'pada penjualan senjata di masa depan," katanya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (15/8).

Amerika Serikat selama ini menjamin bahwa Israel menerima senjata Amerika yang lebih canggih daripada yang diperoleh negara-negara Arab lainnya, memberikan mereka apa yang diberi label "Qualitative Military Edge" atas tetangganya. Salah satu contohnya adalah jet F-35 buatan Lockheed Martin Co yang digunakan Israel dalam pertempuran, tetapi UEA saat ini tidak dapat membelinya.

David Makovsky, direktur Proyek Hubungan Arab-Israel di lembaga think tank Washington Institute for Near East Policy, mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan itu adalah kemenangan bagi UEA.

"Kesepakatan itu adalah kemenangan bagi Emirates, yang tidak diragukan lagi akan memenuhi syarat untuk penjualan militer yang tidak dapat diperoleh karena pembatasan 'Qualitative Military Edge' karena takut teknologi tertentu dapat digunakan untuk melawan Israel," ungkapnya.

Pada bulan Mei, Departemen Luar Negeri AS menyetujui kemungkinan penjualan hingga 4.569 kendaraan Mine Resistant Ambush Protected (MRAP) bekas ke UEA seharga 556 juta dolar AS.

Anggota parlemen AS telah mencoba untuk mengekang rencana pemerintahan Trump untuk melakukan penjualan senjata terutama ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, untuk menekan mereka dan untuk menghindari jatuhnya korban sipil yang lebih banyak dalam kampanye udara melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran dalam perang di Yaman.

Sebuah laporan pengawas pemerintah AS yang dirilis pada hari Selasa mengatakan Departemen Luar Negeri tidak sepenuhnya mengevaluasi risiko korban sipil di Yaman ketika mendorong penjualan besar senjata pada 2019 ke Arab Saudi dan UEA.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya