Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Kecam Perjanjian Normalisasi Hubungan UEA-Israel Erdogan Ancam Tarik Dubes Turki Dari Emirat

SABTU, 15 AGUSTUS 2020 | 08:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dirinya bisa saja menangguhkan hubungan diplomatik Istanbul  dengan Abu Dhabi usai perjandian kesepakatan damai antara UEA dan Israel.

Erdogan mengatakan langkah UEA  tersebut sulit diterima. Dia mengingatkan bahwa dirinya mungkin akan menarik Dutabesar Turki untuk UEA terkait perjanjian yang disebutnya merugikan Palestina tersebut.

“Langkah terkait Palestina bukanlah langkah yang bisa kami telan. Kami mungkin mengambil langkah untuk menangguhkan hubungan diplomatik dengan Abu Dhabi, kami mungkin menarik duta besar kami, ”kata Erdogan, seperti dikutip dari MEE, Jumat (14/8).


“Kami bersama rakyat Palestina. Kami tidak pernah membiarkan Palestina dihancurkan,” lanjutnya.

Sebelumnya Israel dan Uni Emirat Arab mencapai kesepakatan untuk menormalisasi hubungan pada Kamis (13/8), sebuah langkah yang dikecam oleh Palestina yang menyebutnya sebagai tikaman berbahaya dari belakang.

Di bawah perjanjian yang diprakarsai oleh Presiden AS Donald Trump, Israel mengatakan telah setuju untuk menangguhkan aneksasi bagian Tepi Barat yang diduduki. Namun, beberapa jam kemudian Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan dia tetap berkomitmen untuk mencaplok sebagian Tepi Barat.

Terlepas dari kritik Erdogan, Turki dan Israel menikmati hubungan diplomatik penuh, meskipun kedua negara tidak memiliki dutabesar karena ketegangan atas Palestina.

Sementara Ankara dan UEA telah memiliki hubungan yang sangat agresif sejak kudeta yang gagal pada 2016, ketika para pejabat Turki mulai mempertanyakan secara terbuka apakah putra mahkota Abu Dhabi, Mohammed bin Zayed, ada hubungannya dengan konspirasi tersebut.

Mei lalu dalam sebuah pernyataan terbuka, kementerian luar negeri Turki menuduh Emirat mendukung kelompok militan Somalia al-Shabab yang terkenal kejam, serta ambisi separatis Dewan Transisi Selatan di Yaman.

Kedua negara telah terkunci dalam konflik regional yang pahit yang baru-baru ini meningkat di Libya, di mana mereka mendukung pihak-pihak yang berlawanan.

Turki mencurigai bahwa pesawat milik UEA bulan lalu digunakan untuk menargetkan sistem pertahanan udara Turki di pangkalan udara al-Watiya di Libya barat yang disita oleh Pemerintah Kesepakatan Nasional yang didukung oleh Turki dan diakui PBB awal tahun ini.

Bulan lalu, dalam wawancara dengan Al Jazeera, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menuduh UEA melakukan tindakan jahat di Libya dan Suriah. Ia juga berjanji bahwa Ankara akan meminta pertanggungjawabannya di tempat dan waktu yang tepat.

“UEA mendukung organisasi teroris yang memusuhi Turki dengan maksud merugikan kami. UEA harus mempertimbangkan ukurannya yang kecil dan sejauh mana pengaruhnya dan jangan menyebarkan hasutan dan korupsi,” kata Akar.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya