Berita

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani /Net

Dunia

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Sebut Pembebasan Ratusan Narapidana Taliban Ancaman Bagi Dunia

JUMAT, 14 AGUSTUS 2020 | 12:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani angkat bicara soal rencana pembebasan ratusan narapidana Taliban sebagai prasyarat pembicaraan damai dengan Kabul. Dia mengatakan langkah tersebut akan menimbulkan bahaya bagi dunia.

Pemerintah Ghani akan bertemu dengan  Taliban  di Doha dalam beberapa hari mendatang untuk pembicaraan langsung kedua belah pihak yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung hampir 19 tahun lamanya.

Mereka akan bertemu setelah Kabul membebaskan 400 tahanan Taliban, sebuah tindakan yang menuai kecaman luas setelah diketahui banyak narapidana terlibat dalam serangan yang menewaskan sejumlah warga Afghanistan dan orang asing.


"Sampai masalah ini, ada konsensus tentang keinginan untuk perdamaian tetapi tidak tentang pengorbanannya," kata Ghani dalam konferensi video yang diselenggarakan oleh sebuah lembaga pemikir AS, seperti dikutip dari AFP, Jumat (14/8).

"Kami sekarang telah membayar cicilan besar untuk biaya dan itu berarti perdamaian akan memiliki konsekuensi," tambahnya, mencatat bahwa pembebasan "penjahat kelas kakap" dan pengedar narkoba "kemungkinan besar akan menimbulkan bahaya baik bagi kami maupun bagi (Amerika) dan kepada dunia ".

Pembebasan 400 tahanan dilakukan setelah Kabul membebaskan sekitar 5.000 narapidana Taliban yang berisiko rendah.

Otoritas Afghanistan mengatakan pada hari Senin (10/8) lalu bahwa mereka akan mulai membebaskan 400 tahanan lainnya, tetapi tanda-tanda  tersebut tidak kunjung terlihat hingga Kamis malam (13/8) waktu setempat.

Berbicara tanpa menyebut nama, seorang pejabat pemerintah Afghanistan mengatakan kepada AFP bahwa para tahanan itu ditahan sampai Taliban membebaskan beberapa komando Afghanistan yang masih dalam tahanan mereka.

"Jika Taliban melepaskan pasukan komando pada hari Jumat, Kabul akan membalas dengan melepaskan sekitar 400 pemberontak," kata pejabat itu.

Ghani mengatakan Taliban harus menemukan kesamaan dalam pembicaraan yang akan datang.

"Taliban tidak bisa mencari dominasi," katanya kepada Dewan Hubungan Luar Negeri yang berbasis di Washington.

"Jika mereka mencari dominasi, Anda tahu masyarakat Afghanistan ... tidak akan menerima dominasi," lanjutnya.

Di bawah kesepakatan yang ditandatangani dengan AS pada Februari lalu, Taliban diharuskan memulai pembicaraan dengan Kabul dan membahas gencatan senjata permanen.

Tetapi para pemberontak tidak memberikan indikasi bahwa mereka akan berkompromi dengan Kabul dan bersikeras bahwa mereka akan mengembalikan Afghanistan ke sebuah "emirat" Islam, seperti yang mereka lakukan pada tahun 1990-an.

"Beban sejarah dan inisiatif sekarang terletak pada Taliban," kata Ghani.

"Bagaimana mereka berbicara, bagaimana mereka menangani, bagaimana mereka membingkai masalah dan apakah mereka mencari kesamaan."

Presiden mengatakan pembicaraan bisa berjalan lama. Dengan menggunakan pepatah lama yang dikaitkan dengan Taliban, Ghani menyebut negosiator Afghanistan dapat memakan waktu selama diperlukan untuk mendapatkan penyelesaian perdamaian yang adil.

"Kali ini harus digunakan secara produktif yang kita semua doakan, atau bisa berubah menjadi kehancuran," kata Ghani.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya