Berita

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen/Net

Dunia

Lawan China, Taiwan Tingkatkan Anggaran Pertahanan 2021 Hingga Rp 228 Triliun

KAMIS, 13 AGUSTUS 2020 | 12:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketegangan dengan Beijing membuat Taiwan meningkatkan anggaran belanja pertahanannya secara signifikan untuk tahun depan, hingga 10,2 persen jika dibandingkan dengan tahun ini.

Peningkatan belanja pertahanan sendiri difokuskan oleh pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen untuk investasi militer, terutama membangun industri pertahanan dalam negeri.

Pada Kamis (13/8), Kabinet Tsai mengusulkan pengeluaran militer sebesar 453,4 miliar dolar NT atau setara dengan Rp 228 triliun (Rp 502/dolar NT) yang akan digunakan mulai Januari 2021.


Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi, dan Statistik dalam pernyataannya yang dikutip Reuters menyebut, angka tersebut naik dari 411,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 207 triliun yang dianggarkan oleh Taiwan pada tahun ini.

Pemerintahan Tsai yang baru kembali terpilih pada awal tahun ini telah menjadikan modernisasi angkatan bersenjata Taiwan sebagai prioritas untuk pengeluaran pertahanan.

Beberapa waktu terakhir, Taiwan dilaporkan berniat untuk membeli sejumlah alat utama sistem pertahanan (alutsista) dari Amerika Serikat (AS).

Perwakilan Taiwan untuk AS pada Rabu (12/8) mengungkap, pihaknya tengah melakukan pembicaraan dengan Washington untuk mendapatkan ranjau laut guna mencegah pendaratan amfibi serta rudal jelajah untuk pertahanan pantai.

Selain itu, enam sumber AS mengatakan, Washington dan Taiwan juga dalam pembicaraan untuk penjualan empat drone Sea Guardian yang canggih.

Tahun lalu, Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui penjualan senjata senilai 10 miliar dolar AS dengan Taiwan, termasuk 106 unit tank M1A2 Abrams dan 66 unit jet tempur F-16V.

Sejak Tsai terpilih kembali, China telah meningkatkan aktivitas militernya di sekitar Selat Taiwan yang sensitif.

Pembelian alutsista dari AS juga telah memicu kemarahan China pada Taiwan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya