Berita

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden China, Xi Jinping/Istimewa

Jaya Suprana

Kemesraan Jerman Dengan China

KAMIS, 06 AGUSTUS 2020 | 18:32 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

AKIBAT politik ekspansif ekonomi Republik Rakyat China memang terbukti berhasil membawa RRC sebagai negara teradhikuasa di planet bumi masa kini, maka para negara adhikuasa di Eropa dan Amerika Serikat kurang suka terhadap China.

Jerman

Hanya Jerman yang masih gigih berupaya mempertahankan kemesraan hubungan bilateral dengan China. Namun alasan Jerman mesra dengan China sebenarnya tidak romantis namun sekadar pragmatis akibat Jerman secara ekonomis memang sudah terlanjur tersandera oleh ketergantungan ke China.


Setelah Deng Xiao Ping membuka pintu gerbang ekonomi China, maka Jerman merupakan negara Eropa yang paling agresif mengerahkan laskar ekonomi menyerbu masuk ke dalam negeri China. Penanaman modal industri otomotif Jerman di China merupakan yang terbesar dari segenap investasi modal asing di bumi China. Ekspor Jerman ke China dan invenstasi Jerman di China sudah terlanjur terlalu sedemikian mantap sehingga tidak mudah bagi Jerman untuk ikut-ikutan Amerika Serikat memusuhi China.

Memang Jerman enggan melakukan perang ekonomi melawan China sebab pasti lebih banyak mudarat ketimbang manfaat bagi kepentingan Jerman.

Mama Merkel

Tak heran bahwa Angela Merkel memegang rekor sebagai kepala negara Eropa yang paling sering berkunjung ke China demi merawat kemesaraan Jerman dengan China seoptimal mungkin. Maka tak heran pula bahwa Mama Merkel dianggap pengkhianat oleh Uni Eropa dan USA. Bahkan Putin juga cemberut akibat cemburu atas kemesraan Mama Merkel dengan Engkoh Xi.

Produk Audi, BMW, dan Mercedes Benz sudah terlanjur popular di masyarakat China sehingga memegang pangsa pasar otomobil terbesar di daratan China. Jerman merupakan satu-satunya negara blok Barat yang tidak mematuhi paksaan Amerika Serikat untuk mencekal produk Hua Wei. Bahkan Merkel selalu menghindari polemik tentang kenapa Jerman malah menawarkan kontrak membangun jaringan 5G di Jerman kepada Hua Wei.

Di dalam negeri Jerman sendiri kaum politisi muda mulai mengritik keberpihakan Merkel terhadap China sebagai sudah anakronis alias ketinggalan jaman.

Kemesraan Ini

Merkel tidak peduli keluhan para industriwan Jerman yang membuka pabrik di China yang menyatakan akan segera menarik diri dari China akibat berbagai kebijakan China terutama di masa pageblug Corona dinilai tidak ramah terhadap investor asing. Mungkin akibat kini sudah meyakini diri sudah mampu mandiri membuat produk-produk asing yang diproduksi di bumi China, maka China mulai berulah terhadap para investor asing.

Tidak diketahui sampai kapan Merkel bisa mempertahankan kemesraan Jerman dengan China di masa Jerman sudah mulai masuk ke masa prahara resesi ekonomi sampai lebih dari minus 10% akibat angkara murka Corona menggerogoti segenap sendi ekonomi Jerman.

Sementara Amerika Serikat dan negara-negara adikuasa Eropa sudah mulai menabuh genderang perang ekonomi melawan China, justru  Angela Merkel dan Xi Jinping makin asyik berduet mengalunkan lagu kemesraan ini janganlah cepat berlalu, kemesraan ini ingin kukenang selalu, hatiku damai, jiwaku tentram di sampingmu.

Penulis adalah pembelajar geopolitik dan geoekonomi dunia

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya