Berita

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak/Net

Dunia

Divonis 12 Tahun Penjara, Eks PM Najib Razak Ajukan Banding

RABU, 29 JULI 2020 | 09:11 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah dinyatakan bersalah atas kasus korupsi yang menjeratnya, mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak divonis hukuman 12 tahun penjara dan denda 210 juta ringgit atau Rp 721 miliar (Rp 3.400/ringgit).

Vonis tersebut disampaikan Hakim Pengadilan Tinggi, Mohamad Nazlan Mohamad Ghazali dalam persidangan kasus korupsi pertama Najib pada Selasa (28/7). Dalam persidangan tersebut, Najib dinyatakan bersalah atas tujuh dakwaan, termasuk penyalahgunaan kekuasaan, pencucian uang, dan pelanggaran kepercayaan.

"Setelah mempertimbangkan semua bukti dalam persidangan ini, saya menemukan bahwa penuntut telah berhasil membuktikan kasusnya tanpa keraguan," ujar Mohamad Nazlan seperti dikutip CNA.


Dalam putusannya, Mohamad Nazlan mengatakan, Najib menerima 10 tahun penjara dari tiga tuduhan pelanggaran kepercayaan dan tiga tuduhan pencucian uang karena secara ilegal menerima hampir 10 juta dolar AS dari bekas unit 1Malaysia Development Berhad (1MDB), SRC International.

Hakim mengizinkan permintaan pengacara Najib untuk menunda hukuman penjara dan denda. Namun Najib harus mengirim jaminan tambahan dan melapor ke kantor polisi dua kali sebulan.

Najib yang mengaku tidak bersalah mengatakan akan mengajukan banding.

"Ini adalah kesempatan saya untuk membersihkan nama saya. Apapun keputusan besok di pengadilan tinggi, itu tidak berakhir di sana," ujar Najib dalam akun Facebook-nya pada Senin malam (27/7), seraya mengatakan kedua pihak akan mengajukan banding.

Sebanyak hampir 10 juta dolar AS merupakan sebagian kecil dari dana yang diduga disalahgunakan Najib dari 1MDB. Jaksa penuntut mengatakan lebih dari 1 miliar dolar AS dana 1MDB masuk ke akun pribadi Najib, di mana ia menghadapi total 42 tuntutan pidana.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat yang ikut melakukan penyelidikan menyebut jumlahnya mencapai 4,5 miliar dolar AS. Di mana dana tersebut diyakini digunakan oleh Najib dan rekan-rekannya untuk membeli karya seni mewah, kapal superyacht, hingga mendanai film "Wolf of Wall Street".

Jaksa mengatakan 27 dolar AS digunakan untuk membeli kalung berlian merah muda untuk istri Najib, Rosmah Mansor, dan sebagian uang lainnya untuk dana kampanye pemilu.

Tuduhan korupsi yang menjerat Najib sebenarnya telah menggantung selama lebih dari lima tahun. Namun penyelidikan dimulai kembali ketika Mahathir Mohamad duduk sebagai perdana menteri pada 2018.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya