Berita

Biara Sumela /Net

Dunia

Tepis Kritikan Soal Aya Sofya, Presiden Erdogan Resmikan Pembukaan Kembali Biara Sumela Yang Bersejarah Di Turki

RABU, 29 JULI 2020 | 08:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah meresmikan Masjid Aya Sofya pada pekan lalu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali meresmikan sebuah rumah ibadah, namun kali ini bukan mesjid melainkan sebuah biara bersejarah Ortodoks di provinsi Laut Hitam Trabzon.

Dikatakan Erdogan ini sekaligus menampik berbagai kritik atas pembukaan kembali Aya Sofya sebagai tempat ibadah bagi umat Muslim.

"Jika Turki tidak menghormati budaya yang berbeda, seperti yang diklaim oleh beberapa negara Barat, itu tidak akan memulihkan dan melestarikan artefak bersejarah seperti itu," kata Erdogan seperti dikutip dari AA, Selasa (28/7).


Dia juga mengatakan warga umat Ortodoks Turki pada bulan Agustus akan dapat menghadiri Litani Santa Perawan Maria di biara, sebuah kebaktian keagamaan yang tidak dapat mereka hadiri karena pekerjaan pemulihan.

“Pada 15 Agustus, warga Ortodoks kami akan dapat melakukan pelayanan keagamaan [Litani Santa Perawan Maria], yang ditangguhkan selama periode pemulihan di Biara Sumela,” ungkapnya.

Pekerjaan restorasi di biara agung itu telah selesai setelah lansekap, penyelidikan, dan penguatan pemeliharaan geologi dan geoteknik batuan dilakukan di kompleks biara.

Salah satu pusat wisata religi paling penting di Turki itu sebagian telah dibuka untuk pengunjung pada Mei 2019 setelah melewati upaya pemulihan selama lebih dari tiga tahun, yang dimulai pada Februari 2016.

Terletak di distrik Macka, Biara Sumela adalah situs sejarah dan budaya yang penting. Bangunan bersejarah itu dimasukkan dalam daftar sementara situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2000.

Biara berwajah tebing, yang telah menarik perhatian penduduk lokal dan asing, menjadi tuan rumah bagi ratusan ribu wisatawan setiap tahunnya.

Menurut badan PBB, pembangunan Biara Sumela telah dimulai pada 385 SM.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya