Berita

Nathan Law saat bertemu Menlu AS Mike Pompeo di London Selasa 21 Juli/Net

Dunia

Aktivis Hong Kong Nathan Law Sebut Perlawanannya Terhadap China Bagai Kisah David VS Goliath

RABU, 29 JULI 2020 | 06:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dari London aktivis pro demokrasi Nathan Law bersumpah akan meneruskan perjuangannya untuk demokrasi dan penegakan hukum di negara asalnya, Hong Kong.

Dalam sebuah wawancara bersama France24 Law keputusannya meninggalkan Hong Kong dan memilih tinggal di Inggris tak lain untuk melanjutkan pekerjaan advokasi internasionalnya.

Aktivis pro-demokrasi terkemuka itu mengatakan hukum keamanan nasional yang baru-baru ini yang diberlakukan oleh Beijing di Hong Kong adalah akhir dari "satu negara, dua sistem", seperti dikutip dari France24, Selasa (28/7).


Sementara dia mengakui bahwa para aktivis yang berhadapan dengan Beijing layaknya kisah "David versus Goliath", dia mengemukakan harapan bahwa pihaknya akan menang dengan bantuan dari negara-negara lain.

Law mengatakan pekan lalu dia telah mengadakan pertemuan yang "sangat konstruktif" dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan termotivasi menyaksikan beberapa negara, seperti Inggris dan Selandia Baru yang menangguhkan perjanjian ekstradisi mereka dengan Hong Kong.

Di kesempatan yang sama Law menepis tudingan China yang mengatakan bahwa dia adalah boneka AS dan menganggap hal itu sebagai bagian dari kampanye panjang Beijing untuk menyerangnya. Law juga menyerukan sanksi terhadap pejabat China yang dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Xinjiang barat dan di Hong Kong.

Law percaya, Demokrat maupun Republik sama-sama satu suara soal demokrasi di Hong Kong, begitu juga dengan presiden AS selanjutnya, siapa pun dia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya