Berita

Presiden Filipina Rodrigo Duterte/Net

Dunia

Duterte Minta Xi Jinping Berikan Akses Prioritas Covid-19 Untuk Filipina

SELASA, 28 JULI 2020 | 15:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Angka kasus baru Covid-19 di Filipina kemarin mengalami lonjakan. Presiden Rodrigo Duterte menyampaikan ia telah berusaha untuk membicarakan soal vaksin Covid-19 kepada Presiden China Xi Jinping.

Berbicara di depan anggota parlemen, Duterte berterus terang bahwa ia telah meminta bantuan kepada Xi Jinping untuk mendapatkan akses prioritas dalam  mendapatkan vaksin Covid-19. Ia telah berusaha meyakinkan Xi bahwa Filipina mampu membeli vaksin-vaksin itu dalam upayanya melumpuhkan virus corona.

"Empat hari lalu saya memohon kepada Xi Jinping. Bisakah kami menjadi yang pertama mendapatkannya atau dapatkah kami membelinya?" kata Duterte kepada anggota parlemen, seperti dikutip SCMP, Senin (27/6).


Namun, Duterte tidak menjelaskan secara rinci mengenai tanggapan  Xi Jinping.

Di tengah upayanya melawan virus corona, Filipina dihadang krisis ekonomi yang semakin mencekik. Duterte bertekad agar Filipina bisa menjadi negara yang dapat mengalahkan pandemik itu agar perekonomian bisa kembali tumbuh.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya