Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Aparat Keamanan Federal Rusia Gagalkan Serangan Militan Oleh Pria Asia Tengah

SELASA, 28 JULI 2020 | 06:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia mengumumkan bahwa Layanan Keamanan Federal (FSB) telah menggagalkan sebuah rencana serangan militan di Ibukota Moskow pada Senin (27/7) yang dilakukan seorang pria dari Asia tengah. Petugas menembak mati pria itu yang diduga mengatur rencana penembakan massal.

Televisi publik Rossiya 24 menunjukkan gambar pria itu yang dalam kondisi tak bernyawa dengan wajah menghadap tanah dan sebuah senapan Kalashnikov (AK-47) yang diduga telah digunakan di lokasi sekitar.
 
Pria itu menembakkan peluru kepada petugas ketika mencoba menangkapnya di pinggiran Kota Moskow. FSB juga  mengonfirmasi, bahwa petugas merekalah yang menembak mati pria tersebut, dikutip dari Reuters, Senin (27/7).


Diduga pria itu terkait dengan kelompok militan di Suriah. Saudara laki-laki dari perencana serangan itu juga telah ditahan.

Sementara, sebuah operasi pencarian telah dijalankan FSB untuk melacak kemungkinan keterlibatan anggota tim lainnya. Saat penangkapan, ditemukan sebuah tas olahraga yang berisi tiga buah granat.

Rusia pernah menjadi target sejumlah serangan kelompok militan, termasuk sebuah serangan pada 2017 yang menewaskan 15 orang melalui ledakan pada gerbong kereta di Stasiun Petersburg.

FSB menyebut bahwa ribuan orang dari negara-negara bekas Uni Soviet di Asia Tengah atau dari wilayah Kaukasus Utara di Rusia pergi ke Suriah atau Irak untuk ikut bertempur bersama kelompok-kelompok militan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya