Berita

Presiden Madagaskar Andry Rajoelina saat meresmikan pusat perawatan Covid-19 yang baru

Dunia

Madagaskar Miliki Pusat Perawatan Covid-19 Baru Di Antananarivo

SENIN, 27 JULI 2020 | 05:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Madagaskar kini memiliki pusat perawatan virus corona baru. Dalam serangkaian tweet, Presiden Andry Rajoelina menuliskan sebanyak 250 pasien dapat ditampung di pusat perawatan ini.

"Kami meresmikan CTC-Treatment Center- #Covid19 di Mahamasina yang dapat menampung 250 pasien dengan gejala berat," tulis Rajoelina pada Minggu (26/7) di akun Twitternya.

Kasus Covid-19 di Madagaskar terus bertambah. Bahkan, data terakhir pada Minggu (26/7), angka kasus baru bertambah sebanyak 429 menjadikan negara republik di Afrika Timur ini memiliki kasus positif Covid-19 sebanyak 9.295 orang.


Rumah-rumah sakit telah sangat kewalahan dalam menangani pasien yang terus bertambah.

Seiring dengan kondisi yang mengkhawatirkan, Presiden Andry Rajoelina berkomitmen akan terus berusaha mengalahkan virus corona di negaranya. Ia menyerukan agar semua bersatu dalam upaya menekan angka kasus Covid-19.

"Dalam masa-masa sulit ini, saya menyerukan Bangsa untuk menunjukkan persatuan dan solidaritas dalam perang melawan epidemi," tulis Rajoelina.

Pusat perawatan Covid-19 Mahamasina di ibukota Antananarivo itu dilengkapi dengan konsentrator oksigen serta ventilator untuk pasien dengan kesulitan bernapas, dan diutamakan untuk paramedis tentara.

Saat acara peresmian, Rajoelina menyoroti platform manajemen digital Covdata yang banyak membantu pemerintah untuk mengetahui kesiapan negara itu dalam menanggulangi pasien.  

"#Madagaskar akan menang melawan #Covid19. Saya salut dengan upaya antar-administrasi yang memungkinkan peluncuran platform manajemen digital Covdata yang menyatukan data medis: jumlah tempat tidur, konsentrator oksigen, pasien yang dirawat di rumah sakit dan pusat kesehatan." tulisnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya