Berita

Presiden Iran, Hassan Rouhani/Net

Dunia

Presiden Rouhani Desak Warga Iran Patuhi Jarak Sosial Selama Idul Adha Dan Hari Asyura

MINGGU, 26 JULI 2020 | 06:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Iran, Hassan Rouhani memberikan peringatan kepada warganya untuk mematuhi protokol kesehatan selama perayaan Hari Raya Idul Adha dan Asyura. Lantaran muncul lonjakan infeksi virus corona di kota suci, Mashad.

Akhir bulan ini, seluruh umat Islam di dunia akan merayaan Idul Adha, di mana ibadah Haji akan dilaksanakan. Namun karena pandemik, Arab Saudi telah membatasi jumlah jamaah Haji menjadi sekitar 10 ribu.

Selain Idul Adha, muslim Syiah yang menjadi mayoritas di Iran juga akan memperingati Hari Asyura yang jatuh pada akhir Agustus atau awal September. Di mana biasanya umat Syiah melakukan ziarah ke Karbala, Irak untuk memperingati terbunuhnya Imam Hussein dalam pertempuran tahun 680 M.


"Mari rayakan perayaan-perayaan agung di masjid-masjid dan pusat-pusat keagamaan dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan dan jarak sosial," ujar Rouhani dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Sabtu (25/7).

"Mari kita jadikan masker sebagai bagian dari masa berkabung Muharram tahun ini," sambungnya merujuk Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 bulan Muharram.

Para pejabat di Iran saat ini juga tengah gencar mendesak agar warga menjaga protokol kesehatan ketika menyembelih kurban dan mengemasnya sebelum didistribusikan.

Selain itu, Wakil Menteri Kesehatan Iraj Harirchi mendesak warga untuk tidak mengunjungi kota suci Mashad karena telah terjadi peningkatan infeksi hingga 300 persen dalam satu bulan terakhir.

Biasanya, jutaan orang akan berziarah ke makam suci Imam Reza di Mashad.

Jurubicara Kementerian Kesehatan, Sima Sadat mengatakan, hingga Sabtu, Iran telah mencatatkan 288.839 kasus Covid-19 dengan 15.485 kematian.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya