Berita

Pemimpin Asosiasi Ibu-ibu Plaza de Mayo Hebe de Bonafini surati Ratu Elizabeth II soal Pengadilan Inggris yang menolak permintaan Venezuela untuk mengambil simpanan emas/Net

Dunia

Aktivis Wanita Argentina Surati Ratu Inggris: Jangan Curi Emas Venezuela!

SELASA, 07 JULI 2020 | 20:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Awal bulan ini Venezuela dibuat geram oleh keputusan pengadilan Inggris yang menolak permintaan Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk mengambil emas.

Padahal, emas senilai 1,8 miliar dolar AS itu merupakan milik Venezuela yang disimpan di Bank of England.

Pengadilan Inggris berdalih, penolakan dilakukan karena Maduro dianggap tidak berhak atas otoritas tersebut karena Inggris tidak mengakuinya sebagai presiden.


Sebaliknya, Inggris sebagai sekutu Amerika Serikat mengakui pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido sebagai pemimpin negara di ujung utara Amerika Selatan itu.

Padahal, Maduro memimpin kembali Venezuela untuk periode kedua setelah menang telak dalam pemilu presiden tahun 2018 lalu yang digelar secara demokratis.

Namun pemimpin oposisi Venezuela, Guaido, tidak menerima kekalahan itu dan memilih untuk mendeklarasikan diri sebagai pemimpin Venezuela melalui proses yang tidak sah di mata hukum.

Sayangnya, negara musuh utama Venezuela, yakni Amerika Serikat, mendukung Guaido dan mengajak para sekutunya untuk melakukan hal serupa. Salah satu negara sekutu Amerika Serikat yang ikut mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela adalah Inggris.

Keputusan terbaru Pengadilan Inggris awal bulan ini membuat geram bukan hanya warga Venezuela, namun juga warga negara lain yang memahami situasi pelik tersebut. Salah satunya adalah Hebe de Bonafini.

Bonafini adalah seorang aktivis wanita berusia 91 tahun asal Argentina. Dia merupakan salah satu pendiri dan juga pemimpin Asosiasi Ibu-ibu Plaza de Mayo, yakni sebuah organisasi yang beranggotakan para ibu Argentina yang kehilangan anak-anak mereka selama masa Dirty War.

Sejak mendirikan organisasi itu, Bonafini yang juga memiliki nama panggilan Kika, lantang berbicara membela konsepnya tentang hak asasi manusia, baik di Argentina maupun di luar negeri. Atas apa yang dilakukannya, Bonafidi pun mendapatkan pengakuan internasional. Dia menerima Hadiah Pendidikan Perdamaian UNESCO pada tahun 1999.

Kini, dia ikut prihatin atas apa yang dihadapi oleh warga Venezuela setelah Pengadilan Inggris menolak permintaan Venezuela untuk mengambil emas milik mereka. Keprihatinan tersebut dia ungkapkan dalam sepucuk surat terbuka yang dialamatkan kepada Ratu Inggris.

Dalam surat itu, Bonafini bahkan secara gamblang menuding keputusan pengadilan Inggris sama dengan pencurian.

"Saya berani menulis kepada Anda karena sejak 43 tahun terakhir (sejak Dirty War) di Argentina, seluruh hidup saya didedikasikan untuk mereka yang kekurangan," tulis Bonafini dalam pemukaan surat untuk Ratu Elizabeth II dari Inggris.

"Pada hari-hari ini saya mendengar bahwa negara Anda, yang selalu kolonialis, memutuskan untuk mencuri simpanan emas, (yang) disimpan di bank-bank Inggris, dari rakyat Venezuela," sambungnya.

Bonafini menilai bahwa dirinya yakin bahwa baik Ratu Inggris maupun warga Inggris tidak membutuhkan emas milik Venezuela tersebut.

"Saya berani mengatakan kepada Anda, dari wanita desa kepada Ratu yang juga seorang wanita, apakah hal itu tidak terlihat sebagai pelecehan di pihak Anda?  Perampokan itu? Bukan pelindasan?" tulis Bonafini.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa dia berani menulis surat itu karena dirinya sangat mencintai warga Venezuela yang selama ini telah menderita.

"Saya harap Anda mengerti saya dan dapat membuka tangan Anda yang sudah memiliki terlalu banyak emas dan saya yakin tidak perlu lagi," tutup Bonafini dalam surat tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya