Berita

Avianca yang terancam bangkrut/Net

Dunia

Tak Sanggup Bayar Surat Utang Dan Gaji 21 Ribu Karyawannya, Maskapai Tertua Di Dunia Ini Mengajukan Kebangkrutannya

SENIN, 11 MEI 2020 | 12:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Avianca Holding akhirnya harus mengakui mereka gagal memenuhi tenggat waktu pembayaran obligasi. Bantuan yang diharapkan dari pemerintah pun tak bisa diharapkan. Maskapai tertua kedua di dunia itu pun mengajukan pernyataan bangkrut.

Pandemik Covid-19 menghantam industrian penerbangan. Bangkrutnya maskapai ini menjadi kebangkrutan pertama sebuah maskapai terbesar di dunia akibat pandemik Covid-19.

Kabarnya bangkrutnya Avianca bukan berita mengejutkan. Kepala Ekonom, di pialang Casa de Bolsa di Bogota, Juan David Ballen mengatakan, Avianca sudah mulai goyah sebelum datangnya wabah virus corona. Perusahaan itu masih berharap adanya bailout dari pemerintah.


"Ini sama sekali tidak mengejutkan," kata Ballen, mengutip Reuters, Senin (11/5).

Avianca belum melakukan penerbangan penumpang yang dijadwalkan secara rutin sejak akhir Maret 2020 dan memberikan cuti di luar tanggungan terhadap 21.000 karyawannya untuk mengurangi biaya. Perusahaan juga telah menunda penyampaian laporan keuangan tahunannya hingga Juni.

"Perusahaan itu punya utang yang berat, padahal faktanya mereka mencoba merestrukturisasi utangnya tahun lalu," jelas Ballen.

Avianca memiliki utang 7,3 miliar dolar AS pada 2019. Maskapai ini mengajukan kebangkrutan dan mengatakan akan melanjutkan operasi ketika merestrukturisasi utangnya.

Pada akhirnya 2019, Avianca memaksakan terus beroperasi di dunia setelah Air France KLM (AIRF.PA) dinyatakan bangkrut.

Avianca sudah mengalami kebangkrutan pada awal 2000-an, kemudian maskapai ini diselamatkan seorang pengusaha minyak kelahiran Bolivia, Jerman bernama Efromovich. Di tangan Efromovich Avianca kembali bangkit secara agresif.

Namun kebangkitan bisnis Avianca turut dibebabani dengan utang yang besar sampai Efromovich dikeluarkan dari maskapai tahun lalu dalam kudeta di ruang rapat yang dipimpin oleh United Airlines Holdings Inc (UAL.O). Namun, Efromovich masih memiliki saham mayoritas di operator.

United akan kehilangan hingga 700 juta dolar AS dalam pinjaman yang terkait dengan Avianca.

Efromovich mengatakan kepada Reuters pada hari Minggu bahwa ia tidak setuju dengan keputusan untuk mengajukan kebangkrutan dan bahwa ia tidak terlibat dalam membuatnya.

Setelah mendepak keluar Efromovich, managemen Avianca mencoba fokus pada reorganisasi pemotongan biaya yang dijuluki "Avianca 21" sebelum krisis corona tiba.

Dalam waktu dekat, Avianca menghadapi pembayaran obligasi sebesar 65 juta dolar AS yang jatuh tempo pada hari Minggu dan para analis menilai Avianca tidak dalam posisi siap melakukan negosiasi.

S&P menurunkan peringkat Avianca ke status CCC pada hari-hari menjelang pembayaran utang.

Asosiasi Penerbangan Sipil Kolombia (ACDAC), sebuah serikat pekerja yang mewakili banyak karyawan Avianca, mengatakan mendukung langkah Avinanca yang menyatakan kebangkrutannya.

Avianca Holdings adalah perusahaan induk maskapai Amerika Latin yang dibentuk pada Februari 2010 oleh penggabungan dua maskapai penerbangan, Avianca dari Kolombia dan TACA Airlines dari El Salvador.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya