Berita

Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau yang akrab dipanggil Gus Dur/Net

Jaya Suprana

Warisan Wejangan Gus Dur

SENIN, 11 MEI 2020 | 07:21 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAMBIL mengurung diri di rumah demi ikut berupaya memutus mata-rantai penularan virus corona, kerap kali saya terkenang kepada almarhum Gus Dur.

Satu di antara sekian banyak wejangan yang diwariskan oleh Gus Dur kepada saya adalah kewajiban  berpihak kepada kaum tertindas.

Bingung



Akibat kesempitan wawasan kearifan serta kedangkalan daya tafsir saya, terus terang saya kurang paham makna wejangan Sang Mahaguru Bangsa tentang keberpihakan ke kaum tertindas.

Setahu saya berdasar apa yang diajarkan di bangku sekolah tentang sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia, kaum tertindas adalah bangsa Indonesia yang ditindas oleh para penjajah mulai dari Belanda, Prancis, Inggris sampai Jepang.

Namun setelah proklamasi kemerdekaan RI setahu saya bangsa Indonesia merupakan bangsa  merdeka yang seharusnya tidak tertindas. Maka semula saya bingung mengenai kepada siapa saya harus berpihak sebab saya tidak tahu siapa yang tertindas.

Pembangunan


Kebingungan cukup lama bertahan sampai pada saat saya menyaksikan bagaimana warga Kampung Pulo digusur dengan kekerasan atas nama pembangunan infra struktur yang seharusnya bukan menyengsarakan, namun menyejahterakan rakyat.

Setelah Kampung Pulo beres digusur  tiba giliran Bukit Duri yang bertetangga dengan Kampung Pulo sebagai sesama lokasi hunian sejak sebelum Indonesia merdeka di tepi kali Ciliwung di tengah kota Jakarta.

Puncak derita warga Bukit Duri adalah pada tanggal 28 September 2016 di mana penggusuran dilakukan oleh pihak yang berwenang melakukan penggusuran secara sempurna melanggar hukum akibat tanah dan bangunan yang digusur pada kenyataannya masih dalam proses hukum di Pengadilan Negeri sekaligus juga PTUN.

Setelah digusur, warga tergusur masih dihujat sebagai sampah masyarakat penyebab banjir demi membenarkan kebijakan menggusur mereka. Meski PN dan PTUN memenangkan gugatan warga Bukit Duri namun tetap dihujat sebagai sampah masyarakat penyebab banjir maka wajib digusur.

Penggusuran secara paksa juga dilakukan terhadap warga Pasar Akuarium, Luar Batang, Kali Jodo, Kalibata,  Tangerang, Kulon Progo, Tulang Bawang, Sukomulyo, Kendeng, Papua dan lain sebagainya.

Rentetan peristiwa itu secara lambat laun namun pasti menyadarkan saya tentang makna warisan wejangan Gus Dur mengenai keberpihakan ke kaum tertindas.

Ternyata setelah bangsa Indonesia merdeka masih ada rakyat Indonesia yang tertindas bukan oleh bangsa asing namun oleh sesama bangsa Indonesia.

Kemanusiaan

Ternyata penindasan dilakukan secara indiskriminatif oleh kaum penindas terhadap kaum tertindas tanpa pandang waktu, tempat, bangsa, suku, ras, etnis, agama akibat nurani kemanusiaan para penindas sudah dibius oleh gemerlap harta benda dan kemilau kekuasaan.

Ternyata tidak mudah berpihak kepada kaum tertindas sesuai wejangan yang diwariskan Gus Dur sebab lazimnya kaum penindas tidak begitu saja berkenan menghentikan penindasan terhadap kaum tertindas.

Ternyata Gus Dur memang arif-bijaksana dalam meletakkan keberpihakan kepada kaum tertindas sebagai budi-pekerti adiluhur enerji penggerak mekanisme peradaban yang senantiasa berjuang menuju tujuan bukan menyengsarakan namun menyejahterakan umat manusia. Terima Kasih, Gus Dur !

Penulis adalah cantrik Gus Dur pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan


Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya