Berita

Ilustrasi, Dr Tjipto Mangunkusumo

Jaya Suprana

Penakluk Wabah

SELASA, 05 MEI 2020 | 07:21 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PADA masa terpaksa mengkarantina diri di rumah masing-masing akibat pageblug corona, sahabat sesama pianis dan pendidik musik yang putri Empu Pianis Nusantara, Iravati Sudiarso dan cucu keponakan Pahlawan Nasional Indonesia Dr. Tjipto Mangunkusumo, Aisha Sudiarso-Pletcher berbagi sebuah kisah kepahlawan menaklukkan wabah sebagai berikut:

Maut Hitam


Pada 1910, wabah pes melanda Malang. Epidemi pes diberi julukan mengerikan, Maut Hitam. Meski pageblug Maut Hitam sudah merajalela, para dokter Eropa di Batavia enggan pergi ke Malang untuk mengobati pasien pes yang mayoritas pribumi.


Masa itu penuh rasisme memecah-belah masyarakat berdasarkan warna kulit dan asal-usul didukung secara hukum oleh pemerintahan kolonial. Apabila wabah pes di Malang, kalau tidak cepat ditangani, dikuatirkan pemerintah kolonial kekurangan kuli orang-orang kulit cokelat akibat tewas terkena kutukan Maut Hitam.
Waktu wabah pes melanda Malang, dr. Tjipto Mangoenkoesoemo yang lulusan STOVIA itu sedang jenuh bekerja di jawatan kolonial. Ia mengajukan diri sebagai relawan dokter ke Malang sambil berkomentar bahwa tidak bertanggungjawab membiarkan beribu-ribu orang jatuh jadi korban pes dengan harapan wabah itu akhirnya menjadi bosan sendiri akibat kehabisan korban orang Jawa.

Tanpa memakai masker atau tutup hidung dan mulut, dr. Tjipto maju tak gentar menjelajah pelosok-pelosok desa di Malang guna membasmi pes. Beliau sudah sepenuhnya menyerahkan dirinya kepada nasib.
Pesjati

Ketika berada di sebuah desa, Tjipto mendengar tangisan bayi dari sebuah gubuk kumuh. Ternyata di dalamnya ada seorang bayi perempuan yang telah yatim piatu karena semua orangtuanya telah meninggal dunia akibat pes.

"Dipungutlah bayi perempuan itu menjadi anak Tjipto dan diberi nama Pesjati," tulis Soegeng Reksodihardjo, dkk. dalam Dr. Cipto Mangunkusumo (1992).

Anak itu kemudian dibesarkan dan dididik oleh Tjipto bersama istri Tjipto, Ny. de Vogel. Pesjati berhasil menyelesaikan pembelajaran di Sekolah Kepandaian Putri. Berkat keberhasilan Tjipto menaklukkan wabah pes di Malang, Kerajaan Belanda menganugrahkan bintang penghargaan kepada Dr.Tjipto Mangoenkoesoemo.

Koran Perniagaan edisi 15 Juli 1912 memberitakan bahwa seorang dokter Jawa bernama Tjipto Mangoenkoesoemo dianugerahi bintang penghargaan Ridder in de Orde van Oranje Nassau.  

Penghargaan
 
Kisah perjuangan Dr. Tjipto Mangunkusuno menaklukkan Maut Hitam pada tahun 1910 senapas dengan kisah para dokter dan perawat Indonesia di gugus terdepan perjuangan menaklukkan pageblug Corona pada tahun 2020. Mereka semua adalah para Pahlawan Kesehatan sejati yang sepenuhnya menyerahkan diri kepada nasib.  

Apabila pemerintah Kerajaan Belanda telah berkenan menganugrahkan penghargaan Ridder in de Orde van Oranje Nassau kepada Dr. Tjipto Mangunkusumo atas jasa menaklukkan wabah pes, maka alangkah indahnya apabila pemerintah Republik Indonesia berkenan menganugrahkan penghargaan Dr. Tjipto Mangunkusomo kepada IDI mewakili para dokter dan PPNI mewakili para perawat yang berjuang di barisan terdepan medan pertempuran melawan angkara murka wabah Corona.

Penulis adalah pembelajar sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia


Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya