Pernikahan Massal Tim Medis Wuhan/Net
Hal unik terjadi di Wuhan setelah wabah virus corona di kota itu mereda. Sebanyak 10 perawat yang telah mempertaruhkan nyawa menyelamatkan ribuan pasien infeksi virus Corona, akhirnya dapat melangsungkan pernikahan secara massal.
Rencana yang tertunda berbulan-bulan karena terhadang wabah Covid-19, akhirnya dapat terlaksana. Rumah Sakit Renji mewadahi pernikahan para tim medis mereka pada 1 Mei lalu.
Pernikahan massal berlangsung di hotel bersejarah bintang lima di Cina, Waldorf Astoria Shanghai on the Bund, seperti dikutip dari Asia One.
Salah seorang perawat, Chen Mei, ikut dalam tim kemanusiaan ke Wuhan yang diserang wabah Corona. Ia bersama teman-temannya dari Rumah Sakit Renji yang berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Jiao Tong Shanghai, dikirim ke Wuhan dalam missi kemanusiaan.
Hal itulah yang membuatnya harus menunda pernikahan. Untungnya, kekasihnya Wu Xianbing, 27 tahun, sepakat dengan Chen. Ketika Chen Mei berangkat untuk mengabdi ke Wuhan, mereka pun berpisah sementara.
"Kami tahu itu berat namun itu sesuatu yang baik yang dikerjakan," kata Chen, perawat perempuan yang sudah selesai menjalani karantina 14 hari dan dinyatakan bebas dari virus setelah menjalani tes kesehatan.
Dia kembali ke Shanghai ke rumahnya pada pertengahan April lalu.
Nikah massal 10 pasangan perawat ini dihadiri anggota keluarga dan teman dekat. Tentunya mereka tetap menerapkan jarak sosial.
"Hampir tiga bulan lalu, para pasangan pengantin wanita ini mengenakan seragam perawat alih-alih gaun pengantin putih. Mereka sekarang sudah kembali dengan selamat, sangat penting bagi kami untuk mengadakan upacara ini untuk mereka," kata Xia Qiang, penyelenggara pesta di Rumah Sakit Renji.
Pihak hotel pun memberikan hadiah kepada pasangan pengantin pekerja medis yang ikut nikah massal sebagai ungkapan terimakasih atas dedikasi mereka menyelamatkan pasien yang diserang virus Corona di Wuhan.
Ribuan tim medis mulai kembali ke rumah mereka sejak pertengahan Maret lalu setelah wabah corona di Wuhan mereda. Wuhan, ibukota provinsi Hubei menjadi awal penemuan virus corona dan dalam tempo sebulan berubah menjadi wabah sehingga Cina memberlakukan lockdown selama lebih dari 2 bulan terhitung sejak Januari lalu.