Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Ingatkan Publik Jangan Pakai Teori Konspirasi, Menlu China: Kita Perlu Mendengarkan Para Ahli, Bukan Politisi

KAMIS, 30 APRIL 2020 | 15:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Publik diminta tidak menggunakan teori-teori konspirasi terkait virus corona. Hal itu dikatakan Wakil Menteri Luar Negeri Cina Le Yucheng saat diwawancara NBC yang transkripnya diterbitkan Kementerian Luar Negeri China, Kamis (30/4).

Dia mengatakan 27 ahli profesional telah menyatakan Covid-19 bermula secara natural dan tidak disintesis secara artifisial. Keterangan mereka diterbitkan di Lancet, jurnal medis kredibel.

Le mengatakan penyingkapan sumber virus corona adalah masalah sains yang serius dan kompleks. Hal itu harus dikaji dan diteliti oleh para ilmuwan serta pakar medis.


“Sesuatu yang aneh sekarang adalah bahwa beberapa tokoh politik, yang diduga ekonom dan intelijen, memberikan laporan sensasional soal sumber Covid-19. Secara luas dikonfirmasi oleh para ahli bahwa Covid-19 bukan dari laboratorium,” ujar Le.

Ia lagi-lagi menekankan virus corona bukan berasal dari laboratorium di Wuhan.

“Kita perlu mendengarkan para ahli, bukan politisi. Kita perlu menghormati sains dan menahan diri dari menggunakan teori konspirasi,” ujar Le.

Ia menyayangkan, Amerika Serikat (AS) adalah pihak pertama yang secara terbuka menyampaikan kecurigaannya bahwa Covid-19 berasal dari laboratorium Wuhan Institute of Virology (WIV). Dugaan itulah yang melahirkan perdebatan dan polemik asal-usul virus dan cara penyebarannya.

Pada Rabu (29/4), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo kembali mendesak China membuka akses ke laboratorium WIV. Dia menyebut dunia perlu memahami bagaimana pandemi Covid-19 bermula.

"Kami masih belum mendapatkan akses, dunia belum memperoleh akses ke WIV di sana. Kita tidak tahu persis dari mana virus ini berasal," kata Pompeo dalam sebuah konferensi pers di Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip dari Reuters.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya