Berita

Jubir Geng Shang/Net

Dunia

Singgung Memo 57 Halaman Berisi Taktik Jahat Amerika, Jubir China: AS Gunakan Pandemi Ini Sebagai Senjata

SELASA, 28 APRIL 2020 | 13:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tuduhan Uni Eropa bahwa China telah menyebarkan disinformasi tentang pandemi Covid-19 pernah dibahas sebelumnya oleh Juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

Pada briefing reguler hari Senin, Geng Shuang kembali menyampaikan bahwa tuduhan itu tidak benar. Bahwa China adalah korban bukan penggagas disinformasi Covid-19.   

"China selalu menentang pemalsuan dan penyebaran disinformasi oleh orang atau lembaga mana pun," kata Geng.


Ia menekankan Pemerintah China telah terbuka, transparan dan bertanggung jawab dalam upayanya untuk berbagi informasi dan pengalaman dengan dunia sejak awal wabah, seperti dikutip dari CGTN.

China juga secara aktif terlibat dalam kerja sama internasional untuk memerangi Covid-19 dan memberikan bantuan sesuai kapasitasnya ke negara lain, tambah Geng.

China juga telah mendapatkan penghargaan dari komunitas internasional melalui upaya yang keras, ketulusan dan rasa tanggung jawab, bukan dengan menyebarkan disinformasi.

Ia pun menyerukan kepada komunitas internasional untuk memboikot disinformasi dan bekerja sama untuk mengalahkan virus corona.

Mengenai memo 57 halaman Partai Republik AS yang bocor yang menyarankan para kandidatnya untuk menangani pandemi Covid-19 dengan menyerang China, Geng mengomentari dengan kalem.

"Amerika Serikat menegaskan bahwa China menyebarkan disinformasi," kata Geng. "Kita harus bertanya: Siapa sebenarnya yang menyebarkan informasi yang salah?"

"Sangat jelas mengapa beberapa kekuatan politik di Amerika Serikat secara obsesif menyerang China menggunakan pandemi sebagai senjata," kata Geng.

Di dalam memo itu yang dikirim oleh Komite Senator Republik Nasional ke kampanye Grand Old Party (GOP), tertuang panduan dan siasat aneh yang mendikte para kandidat Partai Republik untuk menyalahkan dan melempar segala tanggung jawab kepada China terkait virus corona.

Ada tiga garis utama serangan yang merupakan tiga maksud jahat AS. Pertama, mengalihkan kemarahan masyarakat terhadap kewalahan pemerintah AS dalam penanggulangan pandemi.

Kedua, memukul Partai Demokrat, menggambarkan citra Partai Republik yang berhaluan keras terhadap Tiongkok demi kemenangan pilpres mendatang.

Dan yang ketiga, terus mencari alasan untuk menyerang Tiongkok guna membendung perkembangan Tiongkok. Kinerja seperti apa yang dilakukan Tiongkok dalam memerangi pandemi Covid-19, baik dilihat secara kronologi maupun dari hasil inspeksi para pakar di lapangan, sudah memberikan evaluasi yang adil.

Geng dengan tegas mengatakan, China menentang tindakan orang-orang Amerika yang melibatkan China dalam kampanye pemilihan AS dan mendiskreditkan China karena wabah itu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya