Berita

Penasihat Gedung Putih Peter Navaro/Net

Dunia

Blak-blakan, Penasihat Gedung Putih Sebut Alat Tes Uji Covid-19 Yang Diterimanya Dari China Adalah Palsu

SELASA, 28 APRIL 2020 | 09:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penasihat Gedung Putih Peter Navarro menuduh China telah mengirim alat pengujian (testing kit) virus corona yang berkualitas buruk, bahkan palsu.

Ia menduga China mengambil keuntungan dari wabah ini.

Pakar ekonomi yang telah ditunjuk oleh Trump sebagai penasihat untuk menangani masalah jalur pasokan yang berkaitan dengan krisis kesehatan ini, menyarankan agar Amerika Serikat harus melakukan lebih banyak lagi pengujian virus corona dan antibodi.


Hal itu penting agar warga Amerika yang saat ini masih menjalani penguncian bisa segera bekerja kembali.

“Di situlah, mungkin, kita dapat menemukan orang yang kebal, yang dapat berada di tempat kerja di lingkungan yang lebih aman. Tapi kita tidak bisa meminta China, misalnya, membawa tes palsu dan tes palsu, karena itu akan sangat mengganggu," kata Navarro kepada Fox and Friends, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (28/4).

"Ada banyak tes antibodi yang datang dari Tiongkok sekarang yang berkualitas rendah, pembacaan yang salah dan hal-hal seperti itu."

Amerika Serikat sangat bergantung pada China untuk peralatan dasar dan obat-obatan ini.

Sebelumnya Navaro menyebut bahwa China mungkin menyembunyikan data awal soal penularan virus corona karena ingin memenangkan kompetisi komersial dalam pengembangan vaksin.

"Salah satu alasan mengapa mereka tidak membiarkan kita masuk dan tidak memberikan data soal virus ini sejak awal kepada kita, adalah mereka sedang berkompetisi untuk mendapatkan vaksin dan mereka pikir ini hanyalah sebuah kompetisi bisnis yang kompetitif, ini sebuah proposisi bisnis agar mereka bisa menjual vaksinya ke seluruh dunia," sebut Navarro kepada Fox Business Network pekan lalu.

China telah menolak tuduhan Amerika Serikat (AS), termasuk dari Sekretaris Negara AS Mike Pompeo, bahwa mereka menutupi wabah itu.
Pada hari Senin kemarin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying mengatakan di Twitter Pompeo harus 'berhenti bermain permainan politik. Lebih baik menghemat energi untuk menyelamatkan nyawa.'

Amerika Serikat adalah negara yang paling parah terkena dampaknya di dunia, dengan lebih dari 970.000 kasus dan 55.000 kematian akibat Covid-19.

Pada hari Sabtu lalu, kementerian perdagangan China mengatakan telah menjatuhkan persyaratan bahwa sejumlah produk perawatan virus utama mendapatkan persetujuan pengaturan domestik sebelum ekspor, selama mereka disetujui di negara-negara pengimpor.

Kemarin, Navarro menuduh bahwa ketika China menunda pelaporan kasus virus corona, China sebenarnya 'menghisap kotoran dunia untuk kemudian memproduksi peralatan pelindung pribadi' yang dibutuhkan oleh petugas kesehatan.

"Dan hari ini, pencatutan Cina pada dasarnya dari situasi ini," tambahnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya