Berita

Donald Trump Di Depan Kantor Old Post Office beberapa tahun lalu/Net

Dunia

Tarif Pengiriman Belum Naik, Trump: Kantor Pos Kita Sudah Seperti Lelucon, Saya Tidak Akan Meneken Apa pun!

SABTU, 25 APRIL 2020 | 23:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Setelah kemarin mengancam menghentikan dana WHO, Donald Trump kembali mengeluarkan ancamannya. Kali ini giliran Kantor Pos Amerika yang menjadi sasarannya.

Selama pandemik, Presiden Amerika Serikat ini berkali-kali menciptakan kontroversi.

Trump marah karena Kantor Pos Amerika belum menaikkan tarif pengiriman barang dari Amazon dan perusahaan e-commerce lainnya.


Menurut Trump sangat lucu ketika Kantor Pos sebagai layanan jasa malah mengeluarkan biaya lebih dari yang seharusnya.

"Kantor Pos kita sudah seperti lelucon. Sebab, Kantor Pos mengantarkan barang untuk Amazon dan perusahaan-perusahaan internet lainnya dan malah ia yang mengeluarkan uang lebih banyak," cecar Trump seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (25/4).

Trump kembali meyakinkan bahwa pengamatannya benar, Kantor Pos Amerika terlalu rendah memasang tarif pengiriman barang.

Juga kepada Amazon, Trump menuduh perusahaan itu terlalu sedikit mengeluarkan uang untuk biaya pengiriman barang. Ini jelas sangat membuatnya kesal. Terutama karena Amazon masih berkaitan dengan Washington Post, yang sering bersitegang dengannya. Washington Post dan Amazon sama-sama dimiliki oleh Jeff Bezos.

Sebelumnya, Kantor Pos Amerika memperkirakan tak akan bisa lagi beroperasi pada September mendatang jika tidak mendapat bantuan.

Kongres Amerika telah merespon hal tersebut dengan mengizinkan pendanaan sebesar USD 10 miliar untuk Kantor Pos.

Namun, Trump mengancam tidak akan memberikannya jika Kantor Pos Amerika tidak mengubah tarif pengiriman dan membereskan kebijakannya.

"Jika Kantor Pos Amerika tidak mau melakukannya, maka saya tidak akan meneken apa pun. Saya tidak akan mengizinkannya untuk melakukan apa pun," ujar Trump.

Ia mengatakan itu saat meneken bantuan pendanaan USD 484 miliar untuk perusahaan kecil dan rumah sakit.

Trump menggarisbawahi soal ancamannya itu, agar operasional Kantor Pos Amerika lebih berkelanjutan ke depannya, bukan bermaksud membuat Kantor Pos mati.

"Tentu saya tidak akan membiarkan Kantor Pos Amerika mati. Mereka yang bekerja di sana adalah orang-orang yang hebat. Saya hanya ingin mereka bahagia," ujar Trump di kesempatan berikutnya, sebelum pernyataannya itu kembali menuai kontroversi.

Koalisi Paket Amerika yang termasuk di dalamnya Amazon, eBay, dan e-commerce lainnya, mengkritik ancaman Trump. Di masa pandemik ini, permintaan Trump akan menyulitkan konsumen.

"Di saat Amerika justru membutuhkan jasa pengiriman barang yang andal dan terpercaya, malah akan dipersulit. Konggres harus berjuang memastikan dana bantuan untuk Kantor Pos Amerika benar-benar bisa mereka terima," ujar Kepala Koalisi, John McHugh.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya