Pengujian Berjalan di Kota Yokosuka, Jepang/Net
Angka kasus virus corona di Jepang meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Membuat negara itu mulai tergesa-gesa mengupayakan berbagai sistem medisnya, termasuk meluncurkan pusat tes drive-thru (pengujian berjalan) pada pekan ini.
Kota Yokosuka, yang terletak di selatan ibu kota, melakukan pengujian berjalan pada Jumat (24/4) . Sampel akan diambil oleh seorang pekerja medis yang ditempatkan di kotak pelindung seperti bilik telepon.
Sistem tes ini sangat menghemat waktu. Korea Selatan telah melakukan hal ini sebelumnya dan berhasil.
Banyak yang mengecam Jepang begitu lamban dalam penanganan virus.
Para kritikus pun mengatakan rendahnya tingkat pengujian di Jepang sehingga membuat keadaan semakin sulit untuk melacak virus baru. Virus telah menyebar di kota-kota besar dan menyebabkan serangkaian infeksi di rumah sakit sehingga melumpuhkan beberapa fasilitas.
Sebelumnya, telah dilakukan tes simulasi di lokasi baru di lingkungan Edogawa Tokyo untuk wartawan pada Rabu 22 April. Orang yang akan melakukan tes ini akan memberhentikan mobilnya ke titik pengujian, lalu seorang dokter dengan alat pelindung diri mendekati dan memasukkan kapas ke dalam lubang hidung pengemudi untuk mengumpulkan sampel, kemudian mobil pun dapat pergi.
Semua proses selesai dalam waktu kurang dari satu menit.
"Kami melihat peningkatan sebanyak delapan kali lipat dalam jumlah total pasien positif (di Edogawa) dalam tiga minggu, menjadi 89 hari ini dari 11 pada akhir Maret," kata pejabat setempat, dikutip dari laman
Channel News Asia, Jumat (24/4).
"Karena kita memiliki lebih banyak tes, kita akan memiliki lebih banyak dan lebih banyak lagi kasus positif juga."
Yokosuka, sebuah kota pelabuhan di Teluk Tokyo, memilih untuk menjalani tes berjalan yang menawarkan perlindungan yang lebih baik bagi para pekerja medis.
Penguji memasuki struktur seperti bilik telepon dan menggunakan sarung tangan plastik sepanjang lengan yang menonjol melalui dua lubang di bagian depan kotak untuk mengumpulkan sampel dari seorang pasien di luar.
"Tes drive-thru dapat dilakukan dengan lebih mudah. Tetapi Anda perlu memakai peralatan pelindung penuh, dan bekerja di dalamnya hanya satu jam untuk melemahkan kekuatan fisik Anda," ujar Hikari Takamiya, wakil kepala Asosiasi Medis Yokosuka.
"Ketika virus menempel pada permukaan (alat pelindung), Anda berisiko terinfeksi ketika Anda melepasnya setelah menyelesaikan giliran kerja,"
Pada Kamis kemarin, Jepang mencatat penambahan kasus baru sebanyak 300. Sehingga jumlah kasus di seluruh Jepang menjadi 12.286, dengan 308 angka kematian.
Kota Tokyo adalah yang terbanyak mencatatkan kasusnya.