Berita

Pengujian Berjalan di Kota Yokosuka, Jepang/Net

Dunia

Kasus Bertambah, Jepang Tergesa Luncurkan Tes Drive Thru Virus Corona

SABTU, 25 APRIL 2020 | 06:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Angka kasus virus corona di Jepang meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Membuat negara itu mulai tergesa-gesa mengupayakan berbagai sistem medisnya, termasuk meluncurkan pusat tes drive-thru (pengujian berjalan) pada pekan ini.

Kota Yokosuka, yang terletak di selatan ibu kota, melakukan pengujian berjalan pada Jumat (24/4) . Sampel akan diambil oleh seorang pekerja medis yang ditempatkan di kotak pelindung seperti bilik telepon.

Sistem tes ini sangat menghemat waktu. Korea Selatan telah melakukan hal ini sebelumnya dan berhasil.


Banyak yang mengecam Jepang begitu lamban dalam penanganan virus.

Para kritikus pun mengatakan rendahnya tingkat pengujian di Jepang sehingga membuat keadaan semakin sulit untuk melacak virus baru. Virus telah menyebar di kota-kota besar dan menyebabkan serangkaian infeksi di rumah sakit sehingga melumpuhkan beberapa fasilitas.

Sebelumnya, telah dilakukan tes simulasi di lokasi baru di lingkungan Edogawa Tokyo untuk wartawan pada Rabu 22 April. Orang yang akan melakukan tes ini akan memberhentikan mobilnya ke titik pengujian, lalu seorang dokter dengan alat pelindung diri mendekati dan memasukkan kapas ke dalam lubang hidung pengemudi untuk mengumpulkan sampel, kemudian mobil pun dapat pergi.

Semua proses selesai dalam waktu kurang dari satu menit.

"Kami melihat peningkatan sebanyak delapan kali lipat dalam jumlah total pasien positif (di Edogawa) dalam tiga minggu, menjadi 89 hari ini dari 11 pada akhir Maret," kata pejabat setempat, dikutip dari laman Channel News Asia, Jumat (24/4).

"Karena kita memiliki lebih banyak tes, kita akan memiliki lebih banyak dan lebih banyak lagi kasus positif juga."

Yokosuka, sebuah kota pelabuhan di Teluk Tokyo, memilih untuk menjalani tes berjalan yang menawarkan perlindungan yang lebih baik bagi para pekerja medis.

Penguji memasuki struktur seperti bilik telepon dan menggunakan sarung tangan plastik sepanjang lengan yang menonjol melalui dua lubang di bagian depan kotak untuk mengumpulkan sampel dari seorang pasien di luar.

"Tes drive-thru dapat dilakukan dengan lebih mudah. Tetapi Anda perlu memakai peralatan pelindung penuh, dan bekerja di dalamnya hanya satu jam untuk melemahkan kekuatan fisik Anda," ujar Hikari Takamiya, wakil kepala Asosiasi Medis Yokosuka.

"Ketika virus menempel pada permukaan (alat pelindung), Anda berisiko terinfeksi ketika Anda melepasnya setelah menyelesaikan giliran kerja,"
Pada Kamis kemarin, Jepang mencatat penambahan kasus baru sebanyak 300. Sehingga jumlah kasus di seluruh Jepang menjadi 12.286, dengan 308 angka kematian.

Kota Tokyo adalah yang terbanyak mencatatkan kasusnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya