Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Cahaya Panas Bisa Mengobati Virus Corona, Trump Tunjuk Kepalanya: Boleh Percaya Atau Tidak, Tapi Saya Selalu Gunakan Ini!

JUMAT, 24 APRIL 2020 | 09:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Anggapan bahwa virus corona akan melemah bahkan mati di tengah cuaca yang panas diyakini oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Trump menyarankan para ahli medis untuk menyelidiki lebih jauh tentang tubuh manusia terhadap panas dan cahaya sebagai pengobatan untuk virus corona.

Pernyataan Trump tersebut berdasarkan presentasi dari William Bryan, sekretaris ilmu pengetahuan dan teknologi di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.


Sebelumnya, Bryan mempresentasikan hasil penelitian yang menunjukkan virus memburuk lebih cepat ketika mengalami suhu dan kelembaban yang lebih tinggi, sebuah temuan yang dengan cepat menarik skeptis dari para ahli lain di media sosial dan televisi, terhadap wabah di sejumlah tempat dengan iklim hangat, seperti Singapura dan Brasil.

Bryan mempresentasikan data yang menemukan berapa lama virus dapat hidup di permukaan padat atau di udara menjadi lemah secara signifikan di bawah suhu tinggi.

Dia mengatakan kantornya juga mempelajari bagaimana desinfektan tertentu dapat membunuh virus lebih efektif daripada yang lain, merujuk isopropil alkohol dan pemutih.

Trump sejauh ini mengikuti temuan itu dan bertanya lebih jauh tentang memanfaatkan cahaya dan panas sebagai bagian dari penyembuhan potensial.

Sebelumnya, dalam suatu kesempatan Donald Trump pernah mengatakan  bahwa dalam cuaca agak sedikit hangat, virus secara ajaib akan hilang.

"Jadi, seandainya kita memproses tubuh dengan benar, apakah itu dengan sinar ultraviolet atau cahaya yang sangat kuat, dan saya pikir kau belum memeriksanya. Tetapi saya yakin, kamu akan mengujinya," kata Trump, dalam siarannya di Gedung putih, dikutip dari The Fox News, Kamis (23/4).

"Seandainya kamu membawa cahaya di dalam tubuh, yang bisa kamu lakukan melalui kulit atau dengan cara lain. Dan kupikir kamu bilang kamu akan mengujinya juga. Kedengarannya menarik," ujar Trump.

Trump dalam kesempatannya bersama Bryan bertanya apakah ada cara untuk membersihkan tubuh dengan disinfektan.

Bryan mengingatkan bahwa temuan agensi itu tidak berarti bahwa sinar matahari akan membunuh virus itu, atau harus pergi keluar rumah  menggantikan pedoman jarak sosial yang dibuat oleh para pemimpin negara bagian dan federal.

"Tidak menjamin bahwa musim panas akan membunuh virus secara total..., bukan itu masalahnya," katanya.

Kadang, dia menyampaikan hal yang berbeda-beda. Mengatakan kepada seorang reporter bahwa dia secara pribadi akan memilih mengadakan pertemuan keluarga di luar daripada di dalam selama musim panas. Dia mengatakan bahwa sinar matahari dapat memiliki efek menyingkirkarkan virus pada peralatan bermain atau permukaan lainnya.

Pertanyaan apakah akan aman dari virus jika orang Amerika pergi keluar rumah, Trump pun menegaskan lagi sarannya tadi, agar menggunakan panas dan cahaya sebagai obat.

"Mungkin kamu bisa percaya, mungkin juga kamu tidak bisa percaya..., aku bukan dokter. Tapi aku, seperti yang kamu tahulah..." kata Trump, menunjuk ke kepalanya seolah menegaskan bahwa ia berpikir dengan logikanya.

Dia kemudian menoleh ke Dr. Deborah Birx, koordinator respon virus corona Gedung Putih, menanyakan apakah dia pernah mendengar menggunakan "panas dan cahaya" untuk memerangi virus corona. .

"Bukan sebagai pengobatan," kata Birx. "Maksudku, tentu saja... ketika kamu demam itu membantu tubuhmu merespon. Tapi aku belum melihat pengobatan dengan panas atau cahaya."

"Saya pikir itu hal yang bagus untuk dikaji," kata Trump.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya