Pemandangan Jembatan Westminster dan Gedung Parlemen di London, Inggris/Net
Inggris telah memberlakukan peraturan penguncian atau lockdown sejak 23 Maret lalu. Namun, pada 16 April kebijakan tersebut diperpanjang lagi hingga tiga minggu ke depan, dan kemungkinan akan bertambah.
Hal itu ditempuh setelah melihat warga Inggris yang masih nekat melakukan kegiatan di luar ruangan di tengah merebaknya penularan virus corona.
Kesal dengan pemberlakuan lockdown yang begitu lama bahkan malah diperpanjang lagi, seorang remaja perempuan berusia 17 tahun mengakhiri hidupnya. Ia stres karena harus tinggal di rumah.
Menurut orangtua, anak perempuan mereka, Beth Palmer, semakin tertekan karena membayangkan lockdown yang begitu lama.
Remaja berparas cantik yang sedang menimba ilmu di bidang musik itu ditemukan tak bernyawa di kamar rumahnya di Sale, melansir
The Sun, Rabu (22/4).
Sebelumnya, Beth sering mengeluh, tinggal di rumah seperti ratusan tahun lamanya dan ia tidak betah.
Orangtua Beth tidak menduga anaknya bakal senekat itu. Keluhan Beth dianggap hanyalah keluhan seorang anak dan itu biasa. Apalagi Beth dikenal sebagai anak baik dan selalu memiliki semangat dan tak pernah memiliki catatan gangguan mental.
Mahasiswi Greater Manchester itu bercita-cita ingin menjadi penyanyi sekaligus pemain musik yang sukses.
Belakangan, Beth pernah mengutarakan kepada ayahnya, Mike Palmer, bahwa ia sempat mengaku frustasi tak bisa bertemu dengan teman-teman atau berkuliah.
“Saya yakin lockdown ini punya peran besar dalam kematian Beth. Dia tak bisa menyelesaikan kuliah. Dia tak bisa keluar dan bertemu dengan teman-teman. Dia merasa lockcown 3 bulan ini seperti 300 tahun,†kata Mike.
Mike terpukul. Ia bahkan sulit menceritakan apa yang ia rasakan. Teman-teman kuliah Beth juga sangat terkejut. Mereka semua kehilangan Beth dan menulis kesedihannya di media sosial.
Mantan guru Beth di SMA Sale juga memberikan penghormatan.
Untuk mengenang Beth dan membantu remaja lain yang mengalami nasib yang sama, pengumpulan dan Justgiving dibuat dan telah terkumpul lebih dari 10.000 poundsterling. Dana itu akan digunakan untuk membantu menangani remaja yang mengalami permasalahan kejiwaan selama lockdown.
"Kami sangat sedih mendengar kepergian mantan murid Beth Palmer. Beth merupakan siswa yang benar-benar hebat dan sangat berbakat. Dia dicintai oleh semua orang,†kata mereka.