Berita

Pemeriksaan Suhu Di Bandara Iran/Net

Dunia

Di Tengah Pandemik, Rezim Iran Tega Korupsi Alat Tes Virus Corona

KAMIS, 23 APRIL 2020 | 07:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Iran International TV yang berbasis di London mengatakan mereka telah memperoleh informasi yang mengungkapkan adanya korupsi di tubuh Kementerian Kesehatan Iran, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), dan dua organisasi di bawah kendali pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei.

Informasi itu berasal dari dokumen yang bocor, yaitu surat yang dikirim oleh perusahaan swasta kepada pejabat di gugus tugas virus corona nasional Iran di Kementerian Kesehatan mengenai impor alat uji virus corona.

Hal ini juga mengungkap adanya persaingan antara anak perusahaan yang berafiliasi dengan IRGC dan organisasi lain yang dikendalikan oleh Ayatollah Ali Khamenei, dan berusaha untuk menetapkan hak eksklusif untuk mengimpor dan mendistribusikan alat tes Covid-19 dari perusahaan Korea MiCo BioMed di Iran.


Menurut surat itu, perwakilan MiCo BioMed diundang ke Iran oleh perusahaan swasta bernama Irgan Mehr.  

Laporan stasiun tivi Iran International mengklaim adanya pejabat kementerian kesehatan yang menggunakan pengaruhnya untuk menandatangani kontrak dengan perusahaan Korea tersebut melalui yayasan anak perusahaan di bawah kendali langsung Pemimpin Tertinggi Iran, yang dikenal sebagai Eksekusi yayasan Pesanan Imam Khomeini (EIKO) .

Ini memungkinkan mereka untuk membeli kit pengujian untuk sekitar 25.000 Toman Iran (USD 5,94) dan menjualnya untuk 60.000 Toman Iran (USD 14,25).

Negosiasi dengan MiCo BioMed dimulai pada akhir Februari dan perusahaan Korea itu diberi jaminan bahwa meskipun suku cadang Amerika digunakan dalam alat uji, sanksi AS tidak akan menghalangi kesepakatan, Iran International melaporkan.

"Surat yang bocor yang telah kita lihat menyatakan bahwa perusahaan Korea terkejut melihat bagaimana institusi rezim memperjuangkan keuntungan finansial alih-alih berfokus pada krisis virus corona,” kata Sadeq Saba dari Iran International, melansir Arab News, Rabu (23/4).

Menurut  Sadeq, masalah utama dalam memerangi krisis virus ini di Iran bukanlah sanksi, melainkan korupsi.

Dr. Majid Rafizadeh, seorang ilmuwan politik Iran-Amerika, mengatakan kepada Arab News bahwa laporan itu adalah contoh dari “pengabaian total rezim terhadap warga negara dan kehidupan manusia mereka.”  

Korupsi yang meluas di Kementerian Kesehatan Iran, IRGC, dan organisasi lain yang dikendalikan oleh rezim Iran, menurut Dr Majid, menunjukkan bahwa korupsi keuangan dan politik di tingkat atas otoritas Iran telah didokumentasikan selama hampir empat dekade.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya