Berita

Gubernur BI, Perry Warjiyo?Net

Bisnis

Gara-gara Covid-19 Utang Indonesia Numpuk, Mengapa BI Sebut Masih Aman Terkendali?

KAMIS, 23 APRIL 2020 | 05:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mengalami kenaikan. Pada Februari 2020 ULN  mencapai USD 407,5 miliar atau sekitar Rp 6.316 triliun dengan asumsi kurs 15.500 per dolar AS.

Utang ini terdiri dari sektor publik (pemerintah dan bank sentral) dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan utang luar negeri Indonesia masih aman dan terkendali. Walaupun memang utang luar negeri pemerintah mengalami kenaikan.


"Jumlahnya USD 407,5 miliar terdiri dari swasta USD 204,2 miilar dan pemerintah USD 203,3 miliar. Kalau kita lihat lebih lanjut, Utang Luar Negeri Indonesia masih aman, terkendali dan produktif," ujar Perry dalam Video Conference di Jakarta, Rabu (22/4).

Perry mengakui, penanganan Covid-19 telah meningkatkan utang pemerintah. Namun, ia bersikukuh ULN tetap aman terkendali, sebab ULN saat ini masih digunakan secara terukur dan untuk kegiatan produktif.

Utang-utang itu pun tentunya lewat persetujuan DPR.

"ULN kan macam macam. Ada ULN pemerintah dan kalau bicara pemerintah berkaitan dengan defisit fiskal. Kalau berkaitan dengan defisit fiskal dalam kondisi normal itu kan selalu atas persetujuan DPR, dan dengan demikian tingkat kenaikan defisit fiskal dan pembiayaan itu melalui DPR," urainya.

Untuk perbankan dan sektor swasta, Bank Indonesia selalu mengingatkan untuk melakukan manajemen resiko sebelum penarikan pinjaman.

"Kedua, kalau terkait ULN bank, itu ada peraturan dari BI. ULN bank itu memerlukan persetujuan Bank Indonesia. ULN swasta itu ada aturan mewajibkan mereka menerapkan manajeman risiko secara prudent yaitu hedging dan kewajiban minimum rating," jelas Perry.

Pemerintah juga telah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) dalam rangka memulihkan ekonomi maupun defisit fiskal dari pandemi Covid-19. Hal ini perlu dilakukan karena ada kebutuhan yang meningkat.

Meski demikian, sejak awal tahun porsi kepemilikan asing dalam pembelian SBN Indonesia terus menurun.

Perry menjelaskan ada outflow SBN yang menyebabkan porsi kepemilikan asing di SBN menurun hingga saat ini menjadi 32 persen dari semula 40 persen.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya