Berita

PM Shinzo Abe/Net

Dunia

Jepang Perluas Keadaan Darurat Ke Penjuru Negara, Publik Menilai Abe Lambat Dan Tidak Peka

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 15:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jepang menyatakan keadaan darurat untuk seluruh negara diperpanjang hingga 6 Mei. Aturan itu berlaku di 47 prefekturnya.  

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan agar aturan itu  dapat dipatuhi dan meningkatkan rasa urgensi di seluruh negeri.

Dia juga membatasi perjalanan lintas prefektur.


"Area di mana keadaan darurat harus dilakukan akan diperluas dari tujuh prefektur ke semua prefektur," kata Abe dalam pertemuan khusus para ahli medis yang dipanggil untuk membahas penyakit itu, melansir CGTN, Jumat (17/4).  

Sebelumnya, pada tanggal 7 April, Jepang mengumumkan keadaan darurat selama sebulan di tujuh dari 47 prefekturnya, termasuk Tokyo dan Osaka. Hari ini aturan itu diperpanjang lagi sampai 6 Mei mendatang.

Abe mengemukakan alasan memperpanjang keadaan darurat serta menambah area prefektur.

Awalnya keadaan darurat yang dinyatakan pemerintah pada 7 April lalu hanya mencakup tujuh prefektur, yaitu Tokyo, Chiba, Saitama, Kanagawa, Osaka, Hyogo, dan Fukuoka. Namun, daerah lain seperti Aichi dan Hokkaido secara sepihak menyatakan keadaan darurat mereka sendiri setelah ditutup pemerintah nasional.

Di bawah undang-undang yang direvisi yang diberlakukan bulan lalu, deklarasi keadaan darurat akan memberdayakan gubernur untuk melakukan tindakan pembatasan, seperti menyerukan penutupan sekolah dan bisnis yang tidak penting.

Abe mengatakan jika masyarakat patuh dan tingkat infeksi Covid-19 menurun, maka kemungkinan deklarasi status darurat bisa dicabut sesuai jadwal yakni pada 6 Mei mendatang.

"Infeksi telah berkembang karena pergerakan orang yang tetap banyak dan terus-menerus melintasi kota," kata Abe penuh prihatin.
 
"Menuju liburan Golden Week, semua orang harus menghindari perjalanan yang tidak penting," tekannya melansir The Straits Times, Jumat (17/4).

Pemerintah Jepang telah menyisihkan dana untuk pembayaran tunai 300.000 yen (3.970 dolar AS) tetapi hanya untuk rumah tangga yang pendapatannya dinilai telah terimbas virus corona.

Namun kemudian, Abe akan mengubah rencananya dan sebagai gantinya memberikan 100.000 yen (930 dolar AS) kepada setiap warga negara, mengutip Reuters.

Perubahan itu akan menjadi anggukan terhadap seruan yang tumbuh dari penguasa dan anggota parlemen oposisi agar Abe mengambil langkah berani untuk membantu orang mengatasi dampak ekonomi dari pandemi.

Sejauh ini, Abe dinilai lamban dalam merespon wabah. Kritik pun meluas. Pengumumannya tentang keadaan darurat pada 7 April lalu dinilai sangat terlambat.

Dukungan untuk PM Abe semakin menurun. Abe juga dianggap tidak peka dengan kondisi warga di tengah krisis yang tengah terjadi. Apalagi sang istri terlihat kerap melanggar aturan. Ia terlihat mengunjungi kuil bersama 50 orang temannya, serta berfoto-foto menikmati Sakura yang mekar di taman umum.

Di saat negara mengeluarkan aturan ketat, sang istri malah melanggar aturan itu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya