Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Banyak Pasien Covid-19 Di Korsel Yang Sudah Sembuh Kembali Positif, Ini Kata Pakar!

SABTU, 11 APRIL 2020 | 11:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tim medis dari berbagai negara memiliki harapan yang sama, bahwa virus corona tidak akan muncul lagi pada tubuh seseorang yang telah dinyatakan sembuh.

Saat ini penelitian masih terus dikembangkan. Kemungkinan terpapar kembali virus corona tengah menjadi pusat perhatian dunia internasional seiring dengan harapan mereka yang telah terinfeksi akan mempunyai imunitas yang cukup untuk mencegah kembali terpapar virus ini.

Otoritas kesehatan Korea Selatan mengumumkan bahwa 91 pasien yang semula dinyatakan sembuh dari penyakit infeksi virus corona (Covid-19), ternyata setelah dites lagi, mereka kembali mendapat hasil positif terjangkit virus yang sama.


Ini tentu menyedihkan. Harapan yang telah sembuh bisa aman, menjadi pupus.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDC), Jeong Eun-kyeong menyatakan, virus corona di dalam tubuh mereka berkemungkinan besar telah aktif kembali. Jadi bukan karena para pasien itu tertular untuk kedua kalinya.

Namun begitu, pihak otoritas kesehatan juga belum dapat memastikan dan penyelidikan epidemiologis masih berjalan.

Menurut pakar kesehatan, hasil tes yang keliru juga bisa menjadi penyebab, atau sisa-sisa infeksi virus masih berada dalam sistem tubuh pasien namun tidak dapat menjangkiti orang lain.

“Ada interpretasi yang berbeda-beda serta banyak variabel. Pemerintah perlu bersiaga untuk merespon setiap variabel tersebut,” terang profesor kedokteran paru di Rumah Sakit Sacred Heart Universitas Hallym.

Korsel mencatat, dari 10.450 kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi, hampir 7.000 pasien dilaporkan sembuh.

“Angka yang kembali terjangkit akan naik, 91 orang hanya permulaan pada saat ini,” kata profesor bidang penyakit infeksi, Kim Woo-joo.

Artikel Caixin, Beijing, media umum China pada tanggal 14 Februari menyatakan "14 persen pasien yang sembuh dari COVID-19 di Guangdong dinyatakan positif lagi," mengutip dari Forbes.

Sir Patrick Vallance, kepala penasihat ilmiah pemerintah Inggris dan Prof Chris Whitty, kepala penasihat medis Boris Johnson, berusaha meyakinkan masyarakat. Keduanya menyebut, orang yang pernah terinfeksi virus corona akan memiliki kekebalan dan sangat jarang tertular infeksi lagi.

Sementara itu, pejabat Dubai Health Authority (DHA) mengatakan tidak ada informasi medis untuk mendukung klaim bahwa infeksi virus corona dapat muncul kembali pada seseorang yang telah melewati masa pemulihan.

"Kemungkinan infeksi ulang setelah pemulihan penuh tidak diketahui," kata Dr. Hend Al Awadhi, Head of Health Promotion and Education Section di Public Health Protection Department DHA.

Juru Bicara khusus pemerintah penanganan virus corona atau Covid-19, Achmad Yurianto menegaskan, tak ada jaminan pasien corona baik yang suspect maupun yang positif jika sudah dinyatakan negatif tak akan tertular lagi.

Menurutnya, pasien yang sudah dinyatakan negatif bisa tertular kembali.

"Tidak ada satu jaminan bahwa dia tidak akan tertular lagi. Bisa saja tertular lagi dan bisa sakit lagi," kata Yurianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (8/3) lalu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya