Berita

Dominic Rabb/Net

Dunia

Tugas Boris Johnson Digantikan Oleh Dominic Rabb, Menlu Inggris Yang Berlatar Pengacara

SELASA, 07 APRIL 2020 | 11:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menugaskan Dominic Rabb untuk mengambil alih tugasnya saat kondisinya semakin memburuk.  

Rabb adalah Menteri Luar Negeri sekaligus Sekretaris Negara untuk pemerintah Inggris. Johnson menunjuk Rabb untuk kedua posisi tersebut ketika dirinya dilantik sebagai Perdana Menteri Inggris pada Juli lalu.

Di antara menteri Inggris lain, Raab adalah menteri senior. Pria berusia 46 tahun yang menyandang sarjana hukum dari Universitas Oxford dan Cambridge itu, kini merupakan wakil de facto Johnson.


Yang membuat Johnson terpikat pada kerja Rabb adalah karena perannya dalam negosiasi Brexit. Johnson menganggap Rabb memiliki visi dan sepandangan dengannya.

Ketika negosiasi Brexit masih berlangsung, Rabb kerap berbeda pendapat dengan Perdana Menteri Inggris sebelumnya, Theresa May. Padahal, saat itu, posisi Rabb adalah Sekretaris Brexit.

Rabb kemudian mengundurkan diri dari posisi Sekretaris Brexit sebagai protes atas proposal kesepakatan yang dibawa Theresa May ke Uni Eropa.

Rabb mengawalinya karir politiknya dengan bekerja untuk Departemen Luar Negeri dahulu. Kemudian, di tahun 2006, ia masuk lebih dalam dengan menjadi staf ahli anggota parlemen David Davis, salah satu pendukung keras Brexit di kemudian hari.

Tahun 2015, ia menjadi Menteri Hukum Muda untuk perdana menteri David Cameron. Ia berperan besar dalam kampanye Brexit di tahun 2016. Namun, kemudian, ia dipecat oleh Theresa May ketika dirinya menggantikan David Cameron.

Sebagai figur berpengaruh dalam kampanye Brexit, kritk Rabb dianggap memperbesar pengaruh oposisi dalam penyusunan kesepakatan Brexit, melansir BBC.

Ketika May mundur, Rabb mengajukan diri sebagai ketua Partai Konservatif. Ia gagal mendapat suara cukup, hanya berhasil mengumpulkan 33 suara. Boris Johnson mengalahkannya. Namun, anggota Partai Konservatif merasa Rabb berhak mendapatkan posisi di pemerintahan karena ia berperan banyak di Brexit.

Johnson ternyata juga memandang Rabb pantas dipertahankan di pemerintahan. Rabb sendiri memutuskan untuk mendukung Johnson sebagai Perdana Menteri Inggris yang baru. Dukungan tersebut mengantarkannya ke posisi sekarang, menggantikan Johnson yang tertular virus Corona (Covid-19).

"Bisnis pemerintah akan berlanjut," kata Raab mengutip AFP, sesaat setelah pengumuman kondisi terkini Johnson.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya