Berita

Kapten Brett Crozier/Net

Dunia

Lebih dari 120.000 Orang Menandatangani Petisi Tolak Pemecatan Kapten Angkatan Laut AS

SABTU, 04 APRIL 2020 | 10:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lebih dari 120.000 orang menandatangani petisi meminta Angkatan Laut AS mengembalikan kapten kapal induk bertenaga nuklir, Brett Crozier, kepada jabatannya semula.

Kapten Brett Crozier dipecat dari komando USS Theodore Roosevelt pada hari Kamis (2/4) setelah ia mengirimkan surat yang ia tujukan kepada para petinggi Angkatan Laut AS. Dalam suratnya ia meminta Angkatan Laut mengambil tindakan tegas untuk mengarantina ribuan awak di dalam kapal itu sebab beberapa di antaranya telah terkena virus corona.

Namun, surat yang semestinya rahasia itu bocor ke media lokal, San Francisco Chronicle. Bocornya surat itu dianggap sebagai pelanggaran.


Crozier pun dipecat oleh Angkatan Laut AS.
"Tindakannya justru menyelamatkan banyak nyawa," kata suara dalam petisi online yang meminta mengembalikan Chrozier pada jabatannya semula, melansir CGTN, Sabtu (4/4).

"Meskipun dia dipecat, rencananya untuk memindahkan awak kapal demi keamanan dan terus ia laksanakan. Dia adalah pahlawan yang harus dihargai," komentar lainnya dalam petisi yang menolak pemecatan Crozier.

Pada Jumat, sehari setelah peluncuran petisi di Change.org, lebih dari 123.000 orang telah menandatangani, dari target 150.000.

Sebelumnya, dalam surat yang diterbitkan hari Selasa oleh San Francisco Chronicle, Crozier menulis; "Minta semua sumber daya yang tersedia untuk menemukan NAVADMIN (Komando Personel Angkatan Laut) dan CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) AS kamar karantina yang sesuai untuk seluruh kru saya, segera."

Menteri Pertahanan AS Mark Esper mendukung pemecatan yang dilakukan Angkatan Laut AS.

"Sekretaris pertahanan mendukung sekretaris keputusan Angkatan Laut untuk mencopotnya," kata juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman, dalam jumpa pers.

Dalam konferensi pers, pelaksana tugas (plt) Sekretaris Angkatan Laut AS Thomas Modly menjelaskan bahwa Crozier layak dipecat karena tindakannya menyebarluaskan berita seperti itu sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya