Berita

Aksi Menanam Pohon Xi Jinping beberapa tahun lalu/Net

Dunia

Setelah Wabah Mereda, Presiden Xi Jinping Mengimbau Rakyatnya Untuk Lakukan Penanaman Pohon

SABTU, 04 APRIL 2020 | 07:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden China Xi Jinping menyerukan kepada rakyatnya untuk  melakukan penghijauan kembali. Masyarakat diimbau untuk melakukan gerakan penanaman pohon untuk penghijauan dan melindungi alam setelah pidemi Covid-9 mulai berangsur pulih.

Presiden Xi, yang juga adalah Sekretaris Jenderal Komite Partai Komunis China (CPC), menyampaikan ajakan penghijauan kembali saat menghadiri kegiatan penanaman pohon sukarela di distrik selatan Daxing, ibukota China, pada Jumat (3/4).

"Kami bersama-sama menanam pohon sebagai tindakan nyata untuk mendorong kemajuan ekonomi dan sosial, dan kembali ke pekerjaan dan kehidupan normal," kata Xi, melansir CGTN, Jumat (3/4).


Gerakan penghijauan kembali menjadi sangat penting setelah wabah virus corona membuat negara itu kacau. China telah berhasil melakukan penanganan virus corona sehingga masyarakat bisa bangkit kembali.

Tradisi menanam pohon sebenarnya telah dilakukan China sejak lama. Penanaman pohon menjadi simbol sebagai penghormatan terhadap alam, keharmonisan antara manusia dan alam, dan upaya untuk membangun China yang indah.

Sejak Kongres Nasional CPC ke-18 pada tahun 2012, China berkomitmen untuk memajukan unsur alam dan membangun ekologi sebagai pembangunan terpadu.

Xi menggarisbawahi pentingnya penghijauan kembali, dengan mengatakan negara itu telah memberikan kontribusi besar bagi tata kelola ekologi global dengan mewujudkan pertumbuhan yang konsisten dalam sumber daya hutan dan penurunan terus-menerus di daerah penggurunan.

Setiap warga negara di China berkewajiban mendukung penghijauan dan perlindungan hutan, kata Xi.

Berbicara tentang penanganan virus, Xi memuji peran pekerja komunitas atas kontribusi mereka dalam berjuang mengatasi wabah virus corona. Ia juga mengingatkan agar jangan lalai, sebab virus bisa datang lagi kapan pun.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya