Berita

Petugas Medis Kerepotan Tangani Pasien Yang Terus Bertambah/Net

Dunia

Kamar Mayat Tidak Mampu Lagi Menampung, Spanyol Simpan Jenazah Di Arena Seluncur Es

SABTU, 28 MARET 2020 | 09:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Angka kematian di Spanyol akibat virus corona cukup tinggi, bahkan yang tertinggi kedua di Eropa setelah Italia.

Pemerintah Spanyol mengakui ketersediaan alat pelindung diri bukan menipis lagi, tetapi sudah tidak ada lagi. Ini tentu sangat mengkhawatirkan.
 
Ha itu juga yang membuat pemerintah memutuskan mengubah arena seluncur es di Ibu Kota Madrid menjadi kamar mayat darurat.


"Alasan memilih arena seluncur es adalah karena jasa pengurusan jenazah yang dikelola pemerintah kota untuk sementara berhenti mengurus jasad pasien virus corona karena alasan tidak mempunyai alat pelindung diri (APD) yang cukup," laporan tayangan CNN, Jumat (27/3).

Ha ini terpaksa dilakukan pemerintah untuk mengurangi beban rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Apalagi kamar mayat di semua rumah sakit sudah tidak bisa menampung jenazah. Antrean pemakaman telah begitu panjang.

Mereka harus mencari tempat lain untuk menyimpan jenazah, dan arena seluncur es dianggap paling cocok karena setengah dari korban meninggal di seluruh Spanyol ada di Madrid, melansir CNN.

Hingga saat ini angka kasus infeksi virus corona di Spanyol sebanyak 47.610 dengan jumlah kematian lebih dari 4.800.

Bahkan, dalam 24 jam terakhir, Jumat (27/3) tercatat ada 650 orang pasien virus corona di Spanyol meninggal.

Pemerintah Spanyol telah memberlakukan perintah lockdown hingga 14 April.

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez mengatakan akan memperketat aturan lockdown dengan meminta agar warga tetap berada di dalam rumah dan menutup semua bisnis selama sebulan penuh.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya